PERJALANAN
Kamis, 20 Oktober 2016
S E P I K U
Tuhanku...
Diantara degup jantung yang semakin jelas terdengar
Diantara deretan bintang yang semakin membuatku sendiri
Diantara suara dedaunan yang diterpa angin malam ini
Bukan sedih yang membuatku mengeluh
Bukan serpihan peristiwa yang membuatku jatuh
Mungkin aku mampu berdiri sampai ujung usia
Tapi jangan pernah tinggalkan aku
Hiduplah selalu dalam hari-ku
Karena ditengah mimpi yang semakin sepi
Tak henti kusebut nama-Mu
Nama yang tetap memerahkan darahku...!
Jakarta, 16 Agustus 2016
Senin, 14 September 2015
MUSIM KERING
Musim
kering….
Daun
lepas dari tangkai
Bunga
layu dan berderai
Satu
persatu berjatuhan
Cinta
lama ikut gersang
Tetesan
kenangan yang biasa datang
Berbulan-bulan
tak hadir disini
Entah
kemana….
Musim
kering….
Pada
tanah-tanah yang terbelah
Kutanam
benih cinta tersisa
Melewati tahun….abad….
…dan
waktu yang tak pernah terkubur
Saat
semua pergi….berganti generasi
Benih
itu tumbuh jadi satu-satunya pohon di bumi
Tanda
kita pernah bersatu….
Jakarta, 07 September 2015
Selasa, 18 Agustus 2015
DI RUMAHMU
Kupenuhi panggilanMu Ya Rabb....
Baitullah kini tepat didepanku
Impian setiap muslim di bumi ini
Gemetar saat kutatap setiap waktu
Ratusan ribu...mungkin pula jutaan manusia
bersujud saat ini didepan rumahMu
Bercampur tangis haru...rindu...takjub
Seperti tak percaya...
Bahwa didepan itu adalah rumahMu...!
Yang selama ini menjadi arah sujudku
Subhanallah....
Kupenuhi panggilanMu Ya Rabb....
Kini aku larut dalam sujud karena kebesaranMu
Bumi tempat kutenggelamkan wajah
Seakan ikut membacakan uraian perjalanan
Yang pernah kulakukan selama ini
Kugapai megahnya Multazam ...
Berebut dengan ribuan tangan anak manusia
Berdesakan dengan tubuh-tubuh berpeluh yang tak mudah menyerah
Takut....merinding....sesal ....sungguh tertanam dalam hati
Karena ternyata aku pernah mengabaikanMu
Astaghfirullah....
Kupenuhi panggilanMu Ya Rabb....
Dengan Thawaf kukelilingi rumahMu
Berdoa sebanyak langkah kakiku
Hijr Ismail tempat terdekat untuk Sholat
Bersujud ...berdoa...dan memohon ampun hanya kepadaMu
Lalu dibalik Maqom Ibrahim...
Tilawah mengalun merdu
Menyempurnakan rangkaian ibadahku
Saat ini Ya Rabb...
Aku menjadi bagian dari jutaan manusia
Yang tak segan berbagi sedikit tempat
Untuk dapat bersujud langsung
Sambil menatap rumahMu
Ya Rabb....
Begitu kokoh dan megah rumahMu
Berakar ke pusat bumi...menjulang ke langit
Berdiri ramah di tengah Masjidil Haram
Menyambut hangat seluruh tamuMu
Yang berebut bersujud ke hadapanMu
Demi ampunan....Ridho dunia....
Keselamatan akherat...!
Hanya dariMu....Wahai Tuhanku....
Tuhan dari seluruh makhluk yang bernyawa....
Bismillah....
Ampuni segala dosaku Ya Rabb....
Aku tak lebih besar dari debu dihadapanMu
Panggil aku sekali waktu nanti
Menghadap di rumahMu lagi
Untuk sebuah kerinduan....
Yang tak pernah mati sampai ujung usiaku
Mekkah, 25 September 2014
Senin, 26 Mei 2014
INIKAH CINTA BUTA...?
Sepertinya berawal dari tak sengaja
Diam-diam bertemu mata
Berjalan berdua jadi terbiasa
Menganggap nihil yang sudah ada
Sembunyi dari pandangan manusia
Sulitnya mengakui kalau itu tak lumrah
Khayalanpun jadi mengada-ada
Padahal menggerogoti hakikat ibadah
Dan amalan yang dibangun sebelumnya
Sungguh aneh …
Bibir sendiri tak berhenti mengucap bacaan Surah
Ditengah amalan puasa tanpa jeda…
Cinta buta malah sering dianggap anugerah
Bukannya salah dan bisa membuat luka keluarga
Berhias bait-bait puisi mesra yang mengalir begitu saja
Menganggap batasan status…usia..itu bukan masalah
Tak sedikitpun terpikir dosa..!
Lupa…setiap sujud masih beralas sajadah
Ditengah usia yang semakin renta
Ketika semakin membara
Teman…keluarga…bahkan Tuhan dilangit sana
Dianggap tak pernah ada
Hanya dia…dia…dan dia semata
Satu-satunya tujuan hidup di dunia
Dan saat dia pergi lagi mengembara entah kemana
Yang ditinggalkan hanya sesal dan luka
Karena sumpah berbusa dari bibir manisnya
Ternyata itu palsu belaka…!
Iman dalam hati terkikis sampai tak tersisa
Padahal cita-cita keluarga Sakinah…
Mawaddah …dan Warahmah
Yang diimpikan saat awal bersumpah menjadi tersia-sia
Kejujuran yang terbangun puluhan tahun runtuh begitu mudah
Karena kebohongan tertumpuk semakin dalam di dada
Cinta buta…
Memang bukanlah cinta biasa
Penuh godaan dan tipu daya
Karena yang nampak indah dan dipuja-puja
Sebenarnya…itu tak lebih dari fatamorgana
Jangan sampai tenggelam didalamnya
Daripada semakin lupa jalan kembali ke rumah
Bogor, 06 April 2014
P E R G I
Lebih seribu purnama kuikuti langkahmu
Sampai aku sendiri kehilangan jejak untuk kembali
Seluruh jalan jadi buntu
Seluruh sinar jadi redup
Hanya sisa senyummu
Tersangkut jelas diujung pagi itu
Dan menyuruhku pergi menjauhimu...!
Karena ternyata kamu...
Sengaja membenamkan diri
Dilautan angkuhmu...
Yang tak mungkin kuikuti lagi
Medan, 03 Maret 2014
M E M B U N U H M U
Aku pernah ingin membunuhmu
Lalu membakar bayangan tentangmu
Lewat api yang menjadikanmu abu
Dan angin yang membawamu segera pergi
Aku juga pernah ingin membunuhmu
Menguburkan jasadmu dibawah dipanku
Lalu kutaburkan melati putih disetiap waktu
Tanda kita pernah bersatu
Tapi entah kenapa...
Aku tak pernah benar-benar mampu membunuhmu
Karena ternyata kamu hidup dibalik jiwaku
Mengalir dalam tetesan darahku
Berbiak disetiap doaku
Begitu adanya selalu...
Dan kamulah satu-satunya...
Bayangan yang sulit kubunuh...
Calang, 10 Oktober 2013
Jumat, 29 November 2013
SIAPA AKU...
Ada yang menyebutku batu
Lambang sulitnya berubah
Entah itu teguh...setia...atau memang bodoh
Tak satupun tahu...termasuk aku...!
Ada yang menyebutku kayu
Penawar hangatnya api
Walau tubuh hampir membeku
Energi kehidupan tetap meluap-luap
Tapi sayang sesaat kemudian jadi arang
Karena harus larut bersama akhir malam
Ada yang menyebutku embun
Partikel kecil bening penyegar dedaunan
Lalu senyap sebelum mentari terbangun sempurna
Kamu...
Walau selalu bilang kenal aku
Kenyataannya hanya sepintas tentang aku
Bukan sebenar-benarnya aku
Kamu...
Takkan pernah tahu gemetarnya aku
Saat bulan dipuncak pergantian hari
Aku berusaha melawan diri sendiri
Yang digoda masa lalu tak kenal waktu
Nanti...
Saat kamu sadar siapa aku
Mungkin saat itu aku telah pulang ke rumah
Menutup pintu rapat-rapat dan beristirahat
Dari semua ceritaku...ceritamu
...Cerita tentang kita...
Calang - NAD, 21 Mei 2013
Langganan:
Postingan (Atom)