Sepertinya berawal dari tak sengaja
Diam-diam bertemu mata
Berjalan berdua jadi terbiasa
Menganggap nihil yang sudah ada
Sembunyi dari pandangan manusia
Sulitnya mengakui kalau itu tak lumrah
Khayalanpun jadi mengada-ada
Padahal menggerogoti hakikat ibadah
Dan amalan yang dibangun sebelumnya
Sungguh aneh …
Bibir sendiri tak berhenti mengucap bacaan Surah
Ditengah amalan puasa tanpa jeda…
Cinta buta malah sering dianggap anugerah
Bukannya salah dan bisa membuat luka keluarga
Berhias bait-bait puisi mesra yang mengalir begitu saja
Menganggap batasan status…usia..itu bukan masalah
Tak sedikitpun terpikir dosa..!
Lupa…setiap sujud masih beralas sajadah
Ditengah usia yang semakin renta
Ketika semakin membara
Teman…keluarga…bahkan Tuhan dilangit sana
Dianggap tak pernah ada
Hanya dia…dia…dan dia semata
Satu-satunya tujuan hidup di dunia
Dan saat dia pergi lagi mengembara entah kemana
Yang ditinggalkan hanya sesal dan luka
Karena sumpah berbusa dari bibir manisnya
Ternyata itu palsu belaka…!
Iman dalam hati terkikis sampai tak tersisa
Padahal cita-cita keluarga Sakinah…
Mawaddah …dan Warahmah
Yang diimpikan saat awal bersumpah menjadi tersia-sia
Kejujuran yang terbangun puluhan tahun runtuh begitu mudah
Karena kebohongan tertumpuk semakin dalam di dada
Cinta buta…
Memang bukanlah cinta biasa
Penuh godaan dan tipu daya
Karena yang nampak indah dan dipuja-puja
Sebenarnya…itu tak lebih dari fatamorgana
Jangan sampai tenggelam didalamnya
Daripada semakin lupa jalan kembali ke rumah
Bogor, 06 April 2014