Senin, 26 Mei 2014

INIKAH CINTA BUTA...?





Sepertinya berawal dari tak sengaja
Diam-diam bertemu mata
Berjalan berdua jadi terbiasa
Menganggap nihil yang sudah ada
Sembunyi dari pandangan manusia

Sulitnya mengakui kalau itu tak lumrah
Khayalanpun jadi mengada-ada
Padahal menggerogoti hakikat ibadah
Dan amalan yang dibangun sebelumnya
Sungguh aneh …
Bibir sendiri tak berhenti mengucap bacaan Surah
Ditengah amalan puasa tanpa jeda…

Cinta buta malah sering dianggap anugerah
Bukannya salah dan bisa membuat luka keluarga
Berhias bait-bait puisi mesra yang mengalir begitu saja
Menganggap batasan status…usia..itu bukan masalah
Tak sedikitpun terpikir dosa..!
Lupa…setiap sujud masih beralas sajadah
Ditengah usia yang semakin renta

Ketika semakin membara
Teman…keluarga…bahkan Tuhan dilangit sana
Dianggap tak pernah ada
Hanya dia…dia…dan dia semata
Satu-satunya tujuan hidup di dunia
Dan saat dia pergi lagi mengembara entah kemana
Yang ditinggalkan hanya sesal dan luka
Karena sumpah berbusa dari bibir manisnya
Ternyata itu palsu belaka…!

Iman dalam hati terkikis sampai tak tersisa
Padahal cita-cita keluarga Sakinah…
Mawaddah …dan Warahmah
Yang diimpikan saat awal bersumpah menjadi tersia-sia
Kejujuran yang terbangun puluhan tahun runtuh begitu mudah
Karena kebohongan tertumpuk semakin dalam di dada

Cinta buta…
Memang bukanlah cinta biasa
Penuh godaan dan tipu daya
Karena yang nampak indah dan dipuja-puja
Sebenarnya…itu tak lebih dari fatamorgana
Jangan sampai tenggelam didalamnya
Daripada semakin lupa jalan kembali ke rumah




Bogor, 06 April 2014

P E R G I




Lebih seribu purnama kuikuti langkahmu
Sampai aku sendiri kehilangan jejak untuk kembali
Seluruh jalan jadi buntu
Seluruh sinar jadi redup
Hanya sisa senyummu
Tersangkut  jelas diujung pagi itu
Dan menyuruhku pergi menjauhimu...!
Karena ternyata kamu...
Sengaja membenamkan diri
Dilautan angkuhmu...
Yang tak mungkin kuikuti lagi



Medan, 03 Maret 2014

M E M B U N U H M U






Aku pernah ingin membunuhmu
Lalu membakar bayangan tentangmu
Lewat api yang menjadikanmu abu
Dan angin yang membawamu segera pergi

Aku juga pernah ingin membunuhmu
Menguburkan jasadmu dibawah dipanku
Lalu kutaburkan melati putih disetiap waktu
Tanda kita pernah bersatu

Tapi entah kenapa...
Aku tak pernah benar-benar mampu membunuhmu
Karena ternyata kamu hidup dibalik jiwaku
Mengalir dalam tetesan darahku
Berbiak disetiap doaku
Begitu adanya selalu...

Dan kamulah satu-satunya...
Bayangan yang sulit kubunuh...




Calang, 10 Oktober 2013