Selasa, 23 Agustus 2011

R E S A H

Ketika aku rindu...
Seketika ingin berteriak...
...dan berkata "tidak"...!
Tapi aku tak mampu...

Aku tak pernah pergi...
...meski dirimu menjadi bayang
Disini...
Aku masih ada...
Mencoba melepas gelisah

Jangan pernah berkata aku berubah...
Sebab rasa itu benar-benar ada
Larut antara asa dan dilema
Tersimpan rapi diujung jiwa
Aku tak mungkin mampu membuang yang tersisa
Kamu tahu ... betapa bingungnya aku kini...
Berdiri ditengah mimpi...harapan..doa..dan kenyataan

Biarlah aku beku
Tak tuntas dipeluk semu
Biarlah ceritaku membisu
Terlindas deretan waktu

Ya Rabb...
Bagaimana semua ini harus kuartikan?





Jakarta, 23 Desember 2010

Senin, 22 Agustus 2011

A B A D I



Aku pernah mengenal angin...
Tapi tidak sesejuk ini
Aku mengenal hujan...
Tapi tidak segemericik ini
Aku begitu mengenal matahari...
Tapi tidak pernah sehangat ini
Akupun sangat mengenal air...
Tapi tidak ada yang sebening ini
Sangat berbeda...
Jauh melebihi apapun yang pernah tercipta
Kini pasti ... sangat hakiki...

Rasa itu selalu ada...
.......

Lalu kuusap jemari tanganku di dingin hatimu...
Untuk sebuah harapan...
...Yang tak pernah mati disini...




Singkawang, 30 September 2010

Jumat, 19 Agustus 2011

E P I S O D E


Kau pergi...
Awalnya aku tak sadari
Selalu kupungkiri
Tapi kau tetap pergi
Membuatku hanya menyendiri

Kita adalah perjalanan ...
Yang pernah terlalui bersama
Sebentar bicara kenyataan
..Kenangan...lalu harapan
Tapi di depan itu waktu tetap kukuh
Mengantar kita jumpa detik terakhirnya

Aku pergi ke ruang samar-samar itu
Yang kau sebut....Kenyataan..!..
Hanya mampu terlihat dengan mata
..Tapi sungguh buram di "Rasa"
Darah mulai mengucur disekujur nadi
Karena belati keangkuhan mengoyak jantungku

Aku berlari...
Jauh...jauh sekali
Kesakitan menggenggam rasa di sesak nafasku
Menuju arah yang tak lagi pasti
Matahari mati...
Bulan pergi...

Bumipun sepi...
Aku hanya lemah dibalik gelapku
....
Ternyata...
Sebengis ini sisa hari-hariku..!

Suatu waktu nanti...
Entah...berapa puluh tahun lagi
Mungkin saat itu malam sudah keriput
Langitpun kusut berlumut
Awan sudah renta tak berdaya
Aku akan datang padamu
...dan berbisik lirih...
Tentang mimpi terakhirku

........
Lalu sebelum aku pergi...
Ingin kudengar detak dadamu
Siapa tahu.. Hatimu luluh...!
Karena aku telah berjalan sangat jauh
Kakipun gemetar menahan langkah
...hanya untuk menujumu...



Kendari - Jakarta, 30 Mei 2011

Kamis, 18 Agustus 2011

R A G U


Aku dulu ragu pada malam ...
Datang mengganti senja
Pergi selepas fajar
Taburkan dingin mendera
Namun tak pernah sempat memeluk akhir mimpi

Aku dulu ragu pada siang ...
Beri kehangatan lewat sinar benderang
Hempaskan langit kegelapan yang membentang
Coba singkapkan seribu awan gelap
Namun tak pernah tuntas hangatkan bekunya bumi

Malam selalu tahu...kapan siang datang
Siang juga pasti tahu..saat malam menjadi bayang
Selalu tahu...sama-sama tahu..!
Tapi tetap sekejap bertegur sapa...berbalas rindu
Lalu kembali ke asal sebelum bertemu

Aku ingin malam dan siang bersatu
Kristalkan lembaran gelap dan terang
..Nyata ...dan mimpi..!
Karena itulah keabadian hakiki
Entah...kapan bisa terjadi....
......

Malam dan siang juga ragu...
Karena menyimpan hari yang hanya separuh...
...tak pernah utuh...!




Martapura - Sumsel, 22 Maret 2011

JALAN KITA



Cinta bagimu...
Mungkin seperti angin
Kadang lembut membuai
Kadang kencang menghentak
Datang...lalu bertiup ...terus berganti
Akhirnya benar-benar pergi
Seperti kau kehendaki


Bagiku ...cinta adalah diri sendiri
Seperti jiwa yang melengkapi raga
Takkan pupus sampai batas usia
Bukan hanya janji dan kata
Walau kadang suka..ceria
...ataupun duka diantara ujian
Tapi itu adanya...!


Bagi kita ... mungkin cinta sulit dipahami
Bukan sekedar cerita
Atau renungan cita-cita
Apalagi hanya mimpi tertunda
Datang dan pergi..kita tak pernah meminta
Kenapa membuat saling terluka?
Karena diantara kita
Telah terpisah batas tipis
Kehilangan...duka dan rindu
Kondisi berbeda...
Yang takkan tergambarkan...
.....
Mungkin...
Seperti itulah jalan kita..!



Jakarta, 18 Agustus 2011

Rabu, 17 Agustus 2011

JATI DIRI

Ada saatnya kita perlu melihat ke langit...agar mampu mengantarkan cita2 setinggi itu.
Ada saatnya kita perlu juga melihat ke Matahari...agar​ mampu membuat kita percaya diri untuk memberi kehangatan dan manfaat bagi yang lain.
Tapi ada saatnya yg tidak boleh dilupakan, kita tetap perlu melihat betapa berdebunya kaki kita yang menginjak bumi...agar setinggi dan se-kaya apapun kondisi  kita, namun tetap harus rendah hati dan menghargai sesama.
Orang pandai...adalah​ orang yang memang bijaksana menempatkan diri dan selalu mampu memberi manfaat bagi orang lain.
Orang bodoh...adalah orang yang  kurang paham dengan istilah "rendah hati".. dan segala kesuksesannya ternyata hanya bisa memberi manfaat kecil dlm kehidupan ini...yaitu bagi diri sendiri saja...

P E N A N T I A N K U



Kadang memang sulit dimengerti
Kita ini berdiri dibumi yang sama
Jarakpun tak jauh seperti terkira
Tapi kau dihulu
Sedang aku selalu menunggu dihilir
Diantara kita...tabir...!
Aku berusaha melangkah..terus melangkah
Tapi kau nampaknya berhenti...
Lalu memaksa aku pergi
Dengan sedikit obor ditangan kiriku
Ke tempat yang tak mudah dicari
...
Tapi aku tak pernah bisa benar-benar pergi...
Kau tahu itu...!
Tanyalah pada langit
...dimana kugantungkan rasaku
Tanyalah pada angin
...kemana langkah kakiku bermuara
Tanyalah juga pada bumi
...dimana kan terkubur jasadku nanti
Tak akan pernah terjawab pasti..!
Karena sebenarnya aku tidak kemana-mana
Hanya terselip..dan mengering disetiap tetes darahmu
Lalu...
Tak henti-hentinya kuketuk dinding hatimu itu
Agar kau tahu aku menyendiri disitu
Selalu...tak berbatas waktu
Sampai sapamu membakar beku penantianku...


Singkawang, 11022011

Selasa, 16 Agustus 2011

KAUKAH ITU...?



Kaukah itu..?
Yang kemarin mengantar malam menjadi subuh
Sinari tubuh sampai panas berpeluh
Membuat perjalanan sedemikian jauh
Tak mudah berlabuh

Kaukah itu..?
Yang membuat ruku' ku semakin dalam terhunjam
Dan sujudku lebih pasrah terpendam
Karena lebih paham arti kehadiranNya

Kaukah itu..?
Yang selalu senyap membaca sajak demi sajak
Dari jutaan kalimat yang coba kutanamkan
Diterik air mata...dan rintik hujan

Kaukah itu..?
Yang membuat setiap kata lebih bergolak
Mengantarkan mimpi ke ujung tersepi
Semua lebih dari yang terbayang
Akupun tak mampu menduga
Semakin hilang..atau berkembang..?
Karena mungkin ini kenyataan

Kaukah itu..?
Yang membuat langit begitu luas bagiku
...sehingga aku mampu berlarian sepanjang waktu
Yang membuat tetesan air begitu dingin
...Lalu aku damai dirintiknya
Membuat malam sedemikian kelam dan panjang
Dan memaksa aku harus larut menembusnya
Tanpa sempat bertanya lagi

Kaukah itu..?
Yang karenamu aku jadi bertapa diantara isyarat
Lalu ingin tinggal dihatimu suatu saat
..Susuri aliran darah yang gelap pekat
Aku pejamkan mata...tapi langkahku tak pernah tersesat
Karena matahari menuntunku...untuk menujumu
Selalu seperti itu...
Sampai habis satu riwayat

Tahukah kamu...
....
Hatimu adalah satu-satunya pelabuhanku..
...




Singkawang, 14 Februari 2011

CINTA ITU....

Saat itu aku lebih memilih menjadi buta
Tutup semua yang tergambar dimata
Gelap sana...gulita disini
Tak satupun terlewati sinar..

Saat itu aku lebih dari sekedar membeku
Coba hilangkan panasnya yang selalu menerpa
Singkirkan apinya yang kian mendera
Tapi masih saja terasa hangatnya...

Saat itu aku lebih memilih membisu
Tutup rapat desis dimulut
Kuburkan setetespun desah yang hadir dihati
Begitu tertutup...

Saat itu aku melihat sinar
Terang...sungguh benderang
Semua bilang itu matahari...
Aku memastikan...bukan..!
Karena malam dan siang jadi tanpa berbatas..
Mereka menyangka..itu untuknya
Kataku...itu untukku..! ..dan tidak untuk berbagi
Walau tetap saja guratan tipis di wajahku...
..Selalu coba memungkirinya...

Saat itu semua jadi berwarna
Terang..gelap..
Panas..dingin..
Senyum..tawa..
Bahagia..gelisah..
Entah kenapa...
Tapi itulah perjalanan yang harus dilalui
Untuk mencari jawaban pasti
..Akupun tak tahu..

Mungkin...cinta harus seterjal itu...




Meulaboh - Aceh, 08 Juni 2010

BIDADARI BUMI



Dia hadir ke bumi
Diantar selarik cahaya
Yang lebih kemilau dari cahaya...katanya
Terangi beribu-ribu malam gelap
Dan hangatkan hamparan jemari yang dingin meratap

Dia berucap sepatah kata
Lalu menjadi deretan makna
Kasih bagi sesama
Senyuman pelipur lara

Dia datang untuk sendiri
Menyelinap tiba-tiba dari gelapku
Berjalan searah sinar pelangi
Ditemani angin putih
Dan gemericik sisa hujan
Tak sia-sia sekejap dia terbitkan lagi matahariku
Yang sesaat lalu hampir runtuh
Berbagi kisah...
Dengan caranya sendiri
Yang tidak mudah dipahami

Dari hati lahirlah cinta
Tangan tengadah memohon doa
Lewat malam dia selalu memberi
Lewat siang dia selalu berbagi
Tapi dia mencoba tetap sendiri

Pergi...
Merangkai hidup...membuang sedih
Walau hati berkabut perih
.....
Dia satu dari kekasihNya
Yang terbaik dari kehidupan ini

Selalu ada dalam rangkaian do'aku



Pontianak, 05 Mei 2011

LAKUKANLAH YANG TERBAIK SEKARANG JUGA

Janganlah kita menunda-nunda untuk berbuat kebaikan karena berprinsip masih ada esok hari.
Selagi ada kesempatan, lakukanlah semua hal terbaik dan bermanfaat yang memang kita bisa lakukan saat ini.
Hindari perbuatan yang merugikan diri sendiri dan orang lain... jangan pernah ada noda kotor sedikitpun kita biarkan berkembang dihati.
Percayalah, selama bumi masih berputar....esok memang terus akan ada..! Tapi sebenarnya...justru kita yang belum tentu ada di esok hari...

Senin, 15 Agustus 2011

A K U

Biarkan aku bicara pada semak belukar
Yang kutemui di mendung pagi hari
Agar dapat tersampaikan semua berita
Dari tumpukan cerita yang terpendam dibalik mega


Aku tak lebih dari selembar pagi
Yang bagiku bicara kesejukan
Tapi mungkin bagimu hanya mengantar subuh bertemu mentari
Terbayang sesaat...
Lalu semua berkemas...tinggalkanku menghitung jejak


Aku mencoba diam disiang itu..
Tapi gerimis begitu gemetar
Coba luluh lantakkan satu keyakinan tersisa
Atas janji yang selalu tersimpan disini


Aku tak lebih dari gugusan karang
Yang tegak membayang disaat petang
Lalu bergegas selipkan baris terakhir puisi
Sebelum malam mulai menjulang
Dan menidurkan rinduku yang tak berhenti meradang....


Aku tidak merasa tersesat..
...juga tidak merasa bermimpi
Aku tak letih-letihnya mencari
Di tengah kehidupan yang tak boleh berhenti
Hanya karena kejujuran yang mulai beranjak pergi






Singkawang, 26 Januari 2011

S A J A K K U



Sajakku...
Temanilah aku disisa malam ini
Untuk mengurai bekas-bekas kenangan
Yang tak jua luruh

Sajakku...
Tuntunlah aku meninggalkan jejak gelap ini
Sejauh-jauhnya kau melangkah...selalu bawalah aku
Ke tempat yang tak berbatas waktu

Sajakku...
Begitu banyaknya keluh kesah meragu
Pedih...sungguh pedih
Kaupun yang selama ini menerangiku
Tak mampu lagi menghitung kesedihan itu

Sajakku...
Lewat dinginmu kusuburkan pematang rindu
Karena aku tahu...
Kaulah satu-satunya yang berdiri diantara dua mimpi
...saat ini...

Sajakku...
Mari kita sambut sisa sepi ini
Jangan pernah pergi dariku
Karena tanpamu...
Aku akan benar-benar sendiri

Ketahuilah sajakku...
Dia datang dari tempat yang tak mudah dituju
...Dari dalam hatiku sendiri
Yang sekian lama tak jenuh memeras peluh

Sajakku...
Berikan darah keyakinanmu itu padaku
Agar mampu selalu kutulis cerita rindu
Disela-sela baitmu





Bogor, 06 Maret 2011

U N T U K M U

Ketika rasa mulai ada
Kuselipkan semua diujung asa
Ketika gelisah menutup langkah
Kubalut dengan sisa cerita yang pernah ada

Dalam hidup..
Tak ada yang abadi
Tapi satu yang kuharap hakiki
...isi hati...
Walau jarang disadari..

Satu persatu kisah diri
Berjajar membentuk barisan mimpi
Untaian perubahan dari hari ke hari
Semoga mampu terlewati
..dengan segenap harapan di atas sepi

Ya Allah...
Kuberserah diri padaMu
Karena kisah manusia ini
Hanyalah secuil dari takdir yang tergariskan
Sebelum aku hadir...
Sebelum dirimu hadir...
Sebelum semua terlahir...!


Muara Wahau - Kaltim, 01 Nop 2009

C I N T A .....itu seperti apa sih?

Berbahagialah siapapun yang bisa merasakan atau hanya sekedar membayangkan rasa cinta. Semoga itu cinta yang tulus dan ikhlas, yang membara setelah tertidur lelap jutaan waktu.
Cinta bisa datang kapan saja...pada siapa saja..dan dalam kondisi apa saja. Cinta itu tidak ada hubungannya dengan umur..status...dan ikatan yang tidak perlu ada dalam kontak hati seperti itu.
Pelihara saja cinta itu sebaik mungkin dari awal...agar mampu hidup selama mungkin. Jangan seperti yang terjadi pada kebanyakan orang...nikmatnya sekejap...penderitaannya sepanjang masa.

Cinta itu Anugerah...untuk diresapi dalam relung hati.
Cinta itu bukanlah kesalahan, jangan membuat penyesalan karena cinta dalam kehidupan sehari-hari...karena itu merupakan suatu kesalahan besar..!
Cinta itu bukan untuk ditutup-tutupi...bukan pula untuk dipungkiri..tetapi cinta itu untuk dihayati..!
Cinta itu butuh interaksi positif dari dua hati..bukannya untuk saling membuat sakit hati...

Aku...sangat percaya ketulusan dan putihnya cinta.
Cinta itu bisa membuat angan kita meledak-ledak, bisa membuat mimpi kita berkibar-kibar, bisa membuat motivasi kita senantiasa berkobar..!
Mohonlah kepada Allah SWT, agar cintamu itu seputih do'amu..

Cinta itu lebih indah dari birunya langit, birunya laut..maupun putihnya gugusan awan. Saat itu kita bisa menjelma menjadi orang yang paling beruntung dan paling berbahagia di muka bumi ini. Hanya ada dirimu dan dirinya...yang menghiasi butiran cinta..

Namun cinta itu bisa lebih gelap dari hitamnya malam, pekatnya kelam dan gelapnya pelita. Saat itu akan muncul suatu misteri yang tidak akan terpecahkan sampai kapanpun...! Tidak akan ada tempat bertanya bagimu, karena cinta bukanlah untuk dipertanyakan...dan kita tidak akan mampu mencegah perginya. Jawaban atas segala yang berhubungan dengan cinta...itu hanya ada di hatimu sendiri..!

Biarlah cinta yang membawamu pergi kemana saja, janganlah kamu halangi dia...dan janganlah kamu mencoba berdusta pada dirimu sendiri bila cinta telah hadir di hatimu. Karena dia akan membawamu pergi ke tempat yang tiada berbatas..jauh melewati hamparan cakrawala...deretan mimpi..dan selamanya kamu akan susah mengerti akan keagungan cinta.

Cinta itu tidak harus memiliki..tidak juga untuk dimiliki...namun cinta tidak mungkin dipaksa hadir kalau dia tidak menghendaki. Karena cinta selalu datang dengan sendirinya...menyatu di dalam hati...dan kalau merasa tidak ada kenyamanan..dia akan secepatnya pergi..tetap akan pergi...walaupun kamu menangis sampai berdarah-darah untuk mencegahnya..sekalipun tidak akan pernah dia mencoba berhenti pergi.

Cinta itu adalah keikhlasan untuk menyatu di dalam hati.
Cinta itu tulus...tidak ada sedikitpun pamrih..dan akan selalu rela untuk berkorban demi kebahagiaan...walaupun untuk itu akan meninggalkan rasa sakit di hati yang sungguh luar biasa melebihi apapun...dan tidak ada obat yang mampu mengobatimu....kecuali, menyerahkan kembali semuanya kepada yang menciptakan cinta...Allah SWT.





Muara Wahau - Kaltim, 06 Desember 2009

RASA SYUKUR

ALLAH SWT memberi pagi yang sama, angin yang sama, langit yang sama dan bumi yang juga sama kepada kita semua ... namun tidak semua dari kita mempunyai RASA SYUKUR yg sama ... Padahal kebahagiaan dan ketenangan hidup berawal dari RASA SYUKUR kita itu .
Maka mari kita selalu bersyukur untuk setiap hal KECIL, karena banyak sekali hal BESAR yg akan tercipta dari sana ... lanjutkan bersyukur untuk hal yang besar, karena banyak sekali hal LUAR BIASA yang juga akan tercipta dari sana.
Jangan pernah kesombongan atas setiap pencapaian kita membuat hati menjadi tertutup..karena sebenarnya semua yang kita raih..semua yang kita miliki itu..semata2 hanya titipan-Nya...yang kapan-pun bisa diambil-Nya kembali, tanpa kita dapat mencegahnya.

Sabtu, 13 Agustus 2011

WAJARLAH DI KEHIDUPAN INI...

Jangan kita merasa paling besar, karena itu akan menjadikan makin kecil. 
Jangan kita merasa paling tinggi, karena itu akan menjadikan makin kerdil. 
Jangan kita merasa paling benar, krn itu membuat   "kebenaran" menjadi nihil. 
Jangan kita merasa hebat tak tertandingi dan merasa bisa mencapai apapun yang diinginkan, krn itu justru menambah rasa sakit bila kita mengalami kegagalan. 
Jangan merasa  "paling dekat" denganNya dibanding yang lain...karena justru itulah yg bisa membuat kita menjadi semakin jauh dariNya...tapi, berusahalah sll lebih "mendekat" dari waktu ke waktu. 
Jgn pernah menganggap diri sudah sempurna, karena sesungguhnya kesempurnaan itu tidak pernah ada di dunia ini..hanya milikNya. 
Allah SWT tidak suka dengan kesombongan dari makhluknya...walaupun kesombongan itu hanya muncul dihati..

SEPENINGGALMU NANTI

Sesaat sebelum kau pergi
Kan kugambarkan seluruh tentangmu
Diantara sisa-sisa sajakku
Karena kutahu...
Mungkin itu akan menjadi cerita tentang kita
Yang takkan terhapus bahkan oleh kenangan
Dan mengiringi langkahmu yang tak pernah kembali

Sepeninggalmu nanti
Baru akan kau sadari
Sebenarnya banyak malam dan siang terlewat begitu saja
Membawa sebagian jejak pertemuan yang harusnya mampu jadi nyata
...
Dan ketika subuh menjadi pagi
Aku tahu...harus kembali sendiri
Karena kau tetap pergi...tak mau berkata salam lagi

Aku tahu...
Inilah yang mungkin terjadi
Kututup mata...karena dunia mengoyak rinduku
Kubungkus kembali gersang hatiku
Karena telah kering darah mengikuti kepergianmu
...
Kau memang menyakitiku...
Tapi tak lebih dalam dari rintihanku
Lagipula...
Tak ada yang mampu menusukku
Sedalam sepi yang kau tinggalkan disini...

Sepeninggalmu nanti...
Aku akan benar-benar sendiri
Dan semua kenangan kita
Menjadi nafas terakhirku
Saat harus kembali kepadaNya...
...nanti...


Singkawang, 27 Januari 2011

T I A D A A K H I R

Sandarkan...
Sandarkanlah punggungmu didadaku
Pejamkan mata..buka hatimu
Lihat di depan sana..
Sebenarnya hilirmu adalah muara tujuanku

Sandarkan...
Sandarkanlah dadamu didadaku
Seperti sesaat lalu
Dan dengar baik-baik
Untuk siapa debar jantung berpacu

Sandarkan...
Sandarkanlah ujung ceritamu dilangitku
Agar kau tahu pasti
Diam-mu kini
Tak juga tuntas membunuh sajakku

Sandarkan...
Sandarkanlah keluhmu padaku
Kan kuusir duka dari hidupmu
Jangan pernah ragu
Karena aku masih menggenggam janji itu

Sandarkan...
Sandarkanlah bulanku dilautmu
Lihat...sinarku tetap utuh dihempas gelombangmu
Sampai habis riwayat Sang Waktu

Sayang...
Sejak setahun lalu...
Mimpiku tak pernah tidur
Selalu menyendiri disisi malammu
.......
Akupun tak perlu berteduh...
Karena hujan takkan mampu menghapus keyakinanku



Pontianak, 03 Mei 2011

DO'A-ku

Ya Rabb..
Disaat aku dalam masalah, hanya kepadaMu aku memohon pertolongan.
Disaat aku diperlakukan tidak adil, beri kesabaran agar aku selalu mampu membalasnya dengan doaku. Disaat aku dalam guncangan, hanya kepadaMu aku bersandar agar mampu menahan semuanya. Disaat aku terjatuh, bangkitkan aku...dan iringi aku dengan kasihMu.
Air mataku sudah mengering Ya Rabb...tak mampu menetes lagi...kini hanya darah yang menetes dari Hatiku.
Aku rela Ya Rabb...Aku hanya bisa pasrah kepadaMu...kuserahkan mati dan hidupku padaMu semata. Sujudku saat ini adalah ciuman mesra ke bumi-Mu..tempat aku harus kembali nanti...
Disaat kita merindu..kuhadapkan wajah dan hatiku hanya pada-Mu...
Dia yang menciptakan hidup..
Dia yang mengatur perjalanan...
Dia yang menguji kita...
Dia yang memberi jalan atas segala Ujian itu...
...dan Dia...tujuan akhir dari khdpn ini ...

MENJADI DIRI SENDIRI

Matahari...baru bisa disebut matahari, bila dia memberikan sinar dan kehangatannya kebumi di siang hari. Bulan..baru bisa disebut bulan bila dia mengiringi bumi dg sinar indahnya ditengah malam. Angin...baru bisa disebut angin, bila menghembuskan kelembutannya setiap waktu. Kita..baru bisa disebut manusia bila mampu menjadi sebaik2 diri sendiri...memaksimalkan potensi kita untuk kepentingan duniawi..dan melaksanakan ajaranNya (serta menghindari laranganNya) untuk kepentingan akhirat...dan jangan lupa..harus sll memberi manfaat kepada sesama...

P E R J A L A N A N

Mungkin aku kurang mengenalmu...
Walau hamparan waktu telah berlalu
Masih saja kurang teryakini
Mungkin kini aku harus lebih memahamimu..
Untuk menyadarkanku
Tak ada ketulusan lebih dari itu

Dirimu..
iringi semua perjalanan yang terlewati..
suka..duka..tebaran rasa..
semua terangkum dalam satu kisah
Tak seperti rembulan..bahkan mentari
Yang hanya hadir berbatas waktu

Derai cerita berlalu
Selalu ...dan selalu menuju kehendakMu
Guratan takdir sudah pasti baku
Tak ada lagi setitik ragu
Karunia itu...
Terputih dari yang pernah kutahu
Terindah dari semua yang terbayang
.............
Ya Rabb...
Ijinkan aku selalu bersamanya...
Menulis hakikat kasih sayang abadi..
Di dinding SurgaMu..

>>Singkawang, 20 Januari 2010

R E A L I T A

Biarlah aku tak berhenti memandang langit biru
Yang aku sendiri tak tahu apa memang harus seperti itu
Setiap waktu kuhitung cahaya melintas
Agar kuyakin masih ada bintang tertidur digelapmu

Biarlah aku tak berhenti mengeja abjadmu
Yang tersusun rapi seusai dzikirku
Dari jemari yang selalu bergerak
Rasa yang kian berdetak
Dan kesabaran yang tak pernah beriak

Ditengah gelap malam itu
Aku harap masih ada matahari
Yang muncul walau hanya sedetik
Mungkin saat ini..nanti..ataupun kapan ..
...aku tak tahu pasti
Dan aku yakin itu sama sekali bukan mimpi
Apalagi sekedar ilusi
Tapi sesungguhnya itulah ujian diri
Dari Sang Pencipta Bumi

Jika kedamaian itu seluas angkasa
Dan keteguhan hati lebih dari tegaknya karang
Aku tetap hanyalah seperseribu dari debu
Yang mencoba menjadi bagian dari sebuah perjalanan
...tanpa batas
Untuk menuju ujung suatu harapan

Ketika langit dihunjam malam
Kutahu banyak pagi menjadi tak mudah terdaki
Tapi sebelum terlanjur berserah diri
Ada baiknya aku berdoa..berdoa dan selalu berdoa
Agar mampu merengkuh RidhoMu Ya Rabb
Menjelang batas usia yang semakin menanti




Jakarta, 31 Desember 2010

J A R A K

Mungkin sulit kau percaya
Betapa luasnya cakrawala itu
Tempat menampung segala cerita
...Untaian do'a
Dan resah yang tak pernah terbantah

Mengapa gelap...
Semua yang tertulis dalam langitku
Karena memang tersapu pekat
Ya..sangat gelap
Awal dan akhir langkah yang dulu pernah gemerlap
Tapi semoga...
Itu bukan nisanku yang sesungguhnya

Siapa yang bisa mengerti aku
Apalagi mampu membunuh mimpiku
Ketika salam...semakin terbenam
Sapa...juga tak lagi menjadi bunga
Hanya do'a yang tercipta disini
Tapi ketahuilah...
Aku begitu gagap merasakan semua ini
Karena banyaknya senja telah terlewati bersama
Berlikunya jalan disusuri penuh ujian mendera
Lalu mendadak...
Semua menjadi tetesan puisi tanpa kata dialiran darahku
Akupun menjadi tak tahu
Harus dimana kini kujemput dirimu
Karena ada jarak ribuan cahaya
Yang membatasi nyata dan maya
..Antara sini... dan sana

Jangan sekali-kali kau katakan itu berubah
...Apalagi sirna
Walau mungkin menurutmu aku tiada
Yakinilah... nanti akan menjadi ada
..Saat dirimu terjaga...




Singkawang, 21012011

T E T E S A N

Mencintaimu... tak harus melihat langit
Karena aku merasa jadi kecil tak berarti
Cukup sesekali saja membayangkan
Saat terakhir mengantarmu pagi itu menuju kesendirian

Merindukanmu... tak perlu harus bermimpi

Yang membuatku tak pantas di alam ini
Kenyataan...ya sebatas kenyataan
Yang kau paksakan harus dipahami

Mengenangmu ...cukup terpejam mata digelap ini

Tak perlu menatap matahari
Karena tak mampu lagi kuhanguskan raga
Seperti sesaat lalu...
Yang selalu kulakukan untukmu...

Cinta....

Adalah ketulusan dan pengorbanan
Bukan sekedar harapan...apalagi hanya kenangan
Saat hati merindu...
Biarlah cukup ditunggu disini...
Disela-sela rintik hujan
Yang membuat bayangmu abadi seindah pelangi





Jakarta, 08 Agustus 2011

BERDZIKIRLAH

Aku tak tahu...
Apa yang seharusnya dilakukan
Disaat sujud sedemikian dalam terhunjam
Pasrah hati kosongkan diri
Tapi jiwa masih juga belum mampu bersih
Kadang berliput dendam…dengki duniawi
Kebohongan..menganggap diri paling sempurna...
Selalu begitu…

Kata apa lagi...

Yang lebih pantas diucapkan saat ini
ketika bibir ramai berdzikir
ketika telapak tangan tengadahkan do’a
Tapi kenapa hati tetap bertabir?
Membuat diri sulit menjangkau hadirMu

Allahu Akbar.... Allahu Akbar...!

Ribuan kali lidah tak berhenti
Merangkai deretan nama besar-Mu
Dalam sepi…dalam rindu…
Resapi pelan-pelan disini...
Dihati...
.....
Tapi tak mungkin dipungkiri...
Ada yang lain sering menggoda
Untuk mencoba menduakan...
bahkan mungkin melupakanMu
Walau semua tahu pasti...
Diri-Mu Sang Khalik...
Tak mungkin dipersamakan dengan makhluk

Mulut sering berucap syahdu

...Mengucap nama besar-Mu
...Menebar kata-kata indah terhias firman-Mu
Mata juga menatap lembut
...Mengagumi seluruh ciptaan-Mu
Tapi kenapa hati kadang masih bicara bengis?
Membuat makna Dzikir bisa terkikis
Aku pasrah dihadapanMu...Ya Rabb

Allahu Akbar... Allahu Akbar...!

Aku takut Ya Rabb...
Satu waktu nanti aku menghadapMu
Saat itu bibir rapat terkunci
Tapi mata...tangan...telinga...
Dan seluruh anggota tubuh bercerita jujur
Tentang perjalananku dibumi-Mu
Yang mungkin banyak terisi kebohongan..kemunafikan
Atau kesia-siaan selama itu
........
Beri petunjuk-Mu Ya Rabb...
Agar dapat benderang seluruh jalan hidup
Dan mengantarku hanya menuju-Mu...
......
Menuju jalan keabadian...

Allahu Akbar... Allahu Akbar...! 






Jakarta, 16 Juni 2011