Jumat, 14 Desember 2012

MENCARI DIRI SENDIRI


 Sungguh....
Aku telah lama berlari
Tak sedikitpun berhenti
Mencari diri sendiri
Aku bahkan tak sempat berteduh
Walau hanya beberapa detik saja

Siang dan malam…
Susuri gersang jalan sambil terus berlari
Keringat deras bercucuran
Mata tertutup rapat
Kulit kering mengelupas lepas
Tapi aku tak berhenti
Berlari....terus berlari
Seperti kuda kehilangan kendali

Aku pergi
Mencari diri sendiri
Sekian tahun lamanya
Aku hanya berdiri sendiri
Dipersimpangan ini
Serba tak pasti...!

Aku harus terus berlari
Meski sampai ujung bumi
Jangan buang waktu lagi
Mata sudah memerah darah
Lukapun berlumur nanah
Hati menangis
Jiwa teriak tak pernah habis
Aku sangat lelah…sungguh..!

Tuhanku…
Beri sedikit kekuatan milikMu
Agar aku sampai kesana
Karena saat ini
Kakiku terasa gemetar
Tapi aku tak boleh berhenti disini
Berlari dan terus berlari
Tak memikirkan apa-apa lagi
Dan sebelum senja menutup hari
Semoga bisa temukan diri sendiri





Bogor, 12-12-12

Rabu, 25 Juli 2012

SISA KENANGAN







Dimatamu....
Aku tak berhenti
Membaca berlembar-lembar kenangan
Yang dulu pernah kita eja bersama

Hanya pada halus keningmu....
Aku selalu menyimpan salam terakhir
...Salam penuh rasa cinta...!
Yang kujaga agar tak layu
Walau malam menutup hari
Memaksa pisahkan mimpiku....mimpimu

Antara nyata dan harapan...
Cerita itu pernah singgah
Seharusnya kini tetap ada
Karena berisi rangkaian namaku
...dan namamu

Badai tiba-tiba datang mendera
Mencoba hapus seluruh coretan perjalanan
Saat itu...kita-pun belum sempat menyiapkan
Satu tempat terbaik untuk berteduh..
Tapi ketahuilah bidadariku...
Tak satupun mampu menghapus
Karena sebelumnya sudah tertulis rapi...
Dengan darah keyakinanku...!
...dilembar keraguanmu...




Pontianak, 05 April 2012

Selasa, 06 Maret 2012

S I N G G A H




Aku tak sempat membayangkanmu dengan sempurna
Kau datang dikala fajar merekah
Menyapa lembut sebentar
Lalu siang hari...
Mengenalkanku pada panas dan hujan
Tapi belum puas aku merasakan hangatmu
Kau terburu pergi mengikuti senja
Kutunggu...selalu kutunggu...
Menjelang malam hanya datang pesanmu
....Aku tak kembali lagi...!
Dan akupun hanya mampu berkata...
...Selamat jalan....
Biarlah dirimu berwujud kenangan
Aku akan selalu segarkan kerontangnya gersang
Dengan gerimis yang kukirim disetiap langkahmu



 Kendari, 02 Maret 2012

C O R E T A N



Bicara tentang kamu...
Itu adalah kenangan
Hidup bagai bayangan
Selalu hadir disini
Sementara waktu menyeretku
Ke depan sana... tujuan hidup..!

Bicara kenangan...
Ingin rasanya aku menahan waktu
Menahan detik agar berhenti...dan tak berlalu
Karena ingin rasanya
Mendengar kata manismu
Seperti dulu...

Bicara tentang kita...
Mungkin kamu adalah langit
Luas terbentang di atas sana
Menaungi bumiku
Sedangkan aku adalah laut
Tak berhenti alunkan ombak
Berkecipak tiada henti satukan nada
Memang langit dan laut...sama-sama biru
Saling bercermin sepanjang waktu
Tapi sayang....
Terpisah dimensi yang sulit bersatu



Kendari, 01 Maret 2012

Sabtu, 18 Februari 2012

AKU...KENANGAN DAN KEHIDUPAN

Aku ingin mengerti...
Adakah yang lebih tabah dari kenangan?
Melongok masa lalu...
Yang tak ada habis-habisnya
Berisi potongan cerita tak pernah utuh
Antara kau ...dan aku...
Sedih....lebih dari sekedar rasa


Aku ingin tanya...
Adakah yang lebih kekal dari do'a?
Disaat setiap malam
Adalah lapisan jarak
Jauh melebihi batas...
Tapi yang terucap tetaplah pinta padaNya
Agar dirimu tetap ada
Walau disini rasa harus dibungkam


Banyak warna kuingin tahu...
Bukan hanya abu-abu
Semoga suatu saat nanti
Aku benar-benar mampu memahami
...riuhnya perjalanan...
............
Upppssss....kehidupan...!
Aku sungguh rindu datangmu
Ajak aku ketempatmu mengakhiri keluh...






Pontianak, 17 Februari 2012

Kamis, 09 Februari 2012

BAYANGANMU



Kau masih setia bersamaku
Hidup di alam paling gelap
Tanpa sinar...sangat dingin
Sendiri semua harus dijalani

Aku tetap disini hanya untuk menunggu
Mungkin sampai akhir dari waktu
Padahal angin sudah berhenti menerpaku
...dan kenangan...satu-satunya yang tak akan mati
Biar saja ...aku seperti ini
.............
Meski dirimu-pun telah menjadi abu




Jakarta, 09 Februari 2012

DI PERSIMPANGAN




Sudah beratus-ratus malam rasanya...
Aku berdiri sendiri dipersimpangan jalan ini
Semua arah sulit dimengerti
Tapi aku kini masih disini...
Menunggu kabarmu yang tak pernah pasti

Kenapa gelap tempatku berdiri?
Tetap gelap...sangat gelap
Walau bulan tak sampai sejengkal kaki
Dan aku tetap disini...tak tahu mau kemana
Hanya mengharap fajar..
Yang mungkin hadir sebentar lagi

Aku hanya sendiri...
Terus saja berdiri dipersimpangan itu
Sepertinya kini aku harus pergi
Membunuh sepi..!
Memang aneh rasanya bila hati memendam cinta
Menjadi bodoh....tak mampu memikir diri sendiri

Dipersimpangan itu...
Kutahu...kau pernah ada disini
Ahhh....kini aku harus pergi...
Mencari diri sendiri....



Pontianak, 03 Februari 2012

UNTUK BIDADARIKU


 
Yang tersisa saat ini hanya rindu...
Kau pergi...itu kenyataannya..!
Tapi kenapa bayangmu selalu datang
Tak kenal waktu
Makin dalam aku terbenam
Dipuing reruntuhan kenangan
..........
Sebelum senja berganti malam...
Dan gelap menyergap bumi
...kembalilah...
Jemput aku secepat kau mampu
Mari membuka lembaran baru
Karena harapan itu sebenarnya masih ada
...cinta yang berusaha menjadi sempurna
Antara kau...dan aku
...Hanya untuk kita...




Mempawah, 02 Februari 2012



Rabu, 01 Februari 2012

K E K A L



Dan kalimat pendek ...
Yang selalu kau tulis
Untuk menjawab setiap tanyaku
Sama sekali tak mampu menjawab semilir dahaga
Apalagi membunuh rasa rinduku
...Kau sungguh berbeda dengan dulu...
Padahal aku...
Berharap lebih dari itu
...Mendengar lagi merdu suaramu..

Andai mampu...
Ingin rasanya aku pergi sendiri 
Sejauh-jauh langkah kehidupan baru
Meninggalkan kenangan bersamamu
Tapi sekali ini aku masih disini
Berkali-kali...dan sekali lagi
Karena bayangmu menjerat
Seluruh keinginan itu
Dan dalam bisu...
Disitulah kenangan tak bosan berlabuh

Esok...
Semua pasti akan menjadi tiada
.............
Tiadamu...tiadaku...
Mungkin hanya itulah satu-satunya kata pisah
Yang mampu menjadi nyata...



Singkawang, 01 Februari 2012


Rabu, 25 Januari 2012

PULANG KE RUMAH

Seperti biasa...
Aku mencorat-coret kata yang masih tersisa
Angan sekejap melintas...lalu berbiak kemana-mana
Ditengah sepi yang tak mampu kukendalikan lagi


Mata menatap lurus ke depan
Sedangkan kenangan tak berhenti menarikku ke belakang
Kali ini aku hanya berdiri...
Dipersimpangan jalan yang membuat sibuk mencari


Bidadariku...
Apalagi yang perlu kusampaikan saat ini ?
Semua sudah kau perjelas
Diammu ... Bisumu
Hilang dan pergimu...
Tanda bahwa waktu telah membasuh cinta itu


Biarlah aku sendiri menunggu disini
Ditempat terakhir kita bertemu
Kembalilah suatu saat nanti
Bintang di langit ...pasti menunjukkan jalanmu
Pulang ke rumah...








Jakarta, 25 Januari 2012

Selasa, 24 Januari 2012

HALAMAN RUMAHMU


Aku selalu ingat jalan itu
Jalan terjal satu-satunya
Yang kau tunjukkan
Menuju ke rumahmu
Masih belum terlupa
Saat kau membukakan pintu
Dan beberapa jendela kayu
Lalu mengajakku masuk
Duduk bersanding disofa lembutmu
Manis senyum...dan tutur kata
Terurai dari gerak tubuhmu
Saat berbagi cerita sepanjang waktu
...Malam itu...
..........
Tapi sepertinya....
Aku berdiri diantara mimpi dan nyata
Karena saat fajar tiba
Ternyata kaupun telah berlalu
Ketempat yang tak pernah kutahu
Bersama tetesan embun yang melepas beku
Sekali ini...dan untuk kesekian kali
Aku hanya sendiri menunggu
Di halaman rumahmu



Bandung, 23 Januari 2012



GELISAHMU


Angin kecil yang terhembus dari nafasmu
Mungkinkah masih ada bayangan diriku?
Karena dua tahun lalu
Disitu aku temaram
Dan menetap terlelap
Menemani sepimu
Atau...
Gelisahmu kini malah membuat ragu
Lalu sebegitu mudahnya
Kau buang sisa bayangku
Dalam malam-malam tanpa nama
Entah...!



Bandung, 22 Januari 2012



PELATARAN RINDUKU



Aku mengingatmu
Karena sinar perubahanku
Untuk semakin dalam lagi mencium
Dinginnya sajadah disetiap malam bisu
Lebih dari hari yang berlalu

Aku mengingatmu
Disisa perjalanan waktu
Yang sama sekali tak mampu kubunuh
Dan dari subuh ke subuh
Kaulah yang mengisi doaku

Aku mengingatmu
Sebagai satu-satunya bidadari
Yang pernah datang dipagi itu
Mengajakku menembus hangatnya matahari
Melintasi luasnya langit
Tapi ...
Secepat itu juga kau pergi lagi
Membiarkanku sendiri...disini...

Aku mengingatmu
Karena satu janji dari bibirmu
Untuk menuntaskan satu episode terakhir
Perjalanan kita
Walau itu...ternyata lebih bias
Dari fatamorgana mimpiku

Aku mengingatmu
Hanya dari pelataran rinduku



Jakarta, 20 Januari 2012


K E H I D U P A N


Terkadang...
Kebenaran hakiki
Terasa pahit dan menyakitkan
Terkadang...
Kepalsuan bisa tanpa bekas
Nampak indah didepan kita
Tapi itu tak lebih bayangan hitam
Yang akan mencengkeram putihnya kebenaran
Saat kita mulai mempercayainya

Hidup...
Harusnya kumpulan realita
Tapi kenapa selalu penuh ilusi..?
Yang kita sering sulit mengakhirinya
Dan untuk kesekian kali
Kita harus belajar mengerti
Atas semua yang terjadi

Kita melangkah
Dibumi yang penuh jebakan
Nampak tulus...ternyata obral janji
Nampak lembut...ternyata berhati keji 
Nampak suci...ternyata sangat kotor
Itulah kehidupan...
Selalu dua sisi...
Ada gelap...ada terang
Ada putih...ada hitam
Ada kejujuran....ada kebohongan
Kita harus berdo'a
Agar tak salah dalam melangkah

Saat dalam bimbang
Coba pejamkan mata....
Buka lebar-lebar hati
Semoga disana terjawab
Seribu tanya dan misteri



Banda Aceh, 12 Januari 2012

KENANGAN BERSAMAMU

Dikota ini...
Kita pernah bertemu
...Lebih satu tahun yang lalu...
Dalam batasan dinding nyata
Berjalan bersama
Diiringi pandang mata kerinduan


Dikota ini...
Pertama kubilang...kau cantik..!
Satu pengakuan yang kau harap
Dan belum pernah kuucap
Sebelumnya...


Dikota ini...
Segala degup hati teruji
Untuk dapat dinikmati
Dengan sangat hati-hati
Karena kita tak lagi sendiri


Dikota ini...
Aku mengurai rindu
Teringat saat kita masih bersama
Bertukar kata dan rasa tanpa jeda
Diantara cinta yang ingin menjadi sempurna


Dikota ini...
Subuh tak mengijinkan embun jatuh
Untuk menutup malam...menjemput pagi
Karena bila itu terjadi
Kenangan akan segera pergi
Dan lembar mimpipun berganti hari






Bandung, 23 Januari 2012