Jangan pernah sebut hitam ...
Karena tidak hanya itu warna yang tersisa
Belajarlah mengerti dalam perjalanan ini
Satu warna tidak mungkin menyatukan siang dan malam
...dengan sempurna...
Jangan pernah sebut hanya bayangan
Lihat baik-baik...
Itulah kenyataan...!
Saat kita membungkam jumpa
Ternyata rasa tetap ada
Tak juga sirna...
......
Bukan kesia-siaan semata
Seperti sering terucap dilautan kata-katamu
Jangan pernah sebut itu mimpi
Walau lebih dipahami saat mata terpejam
Rasakan dengan kebersihan hati
Karena kali ini ...
Bukan seperti yang biasa terjadi padamu
..mungkin juga padaku ...!
Jangan pernah sebut itu misteri
Renungkan dengan nurani
Kau akan tahu ...
Kebenaran takkan pernah mati disini
Walau seribu kali diingkari...
Pekanbaru, 23 September 2011
Senin, 26 September 2011
DI KEDALAMAN CINTAKU
Dikedalaman ragumu
Aku menyusuri waktu
Sendiri...
Karena sepi membenamkanku
Dikedalaman jejak langkahmu
Aku membuntuti lewat sajakku
Disitu berserakan
Tetesan sisa mimpi bersamamu
Dikedalaman cinta ...
Aku jadi tahu
Dirimu telah pergi
Tak pernah mau kembali
Dan aku menyusup dalam do'a
Untuk harapan sekejap menjumpaimu
Lalu...
Akupun ikut pergi
Ke arah berkebalikan denganmu
23 September 2011
Kutulis selama perjalanan Pekanbaru - Jakarta
Kamis, 15 September 2011
BERTANYA DI LANGIT
Diperjalanan kali ini...
Kenang membayang
Angan mengambang
Dilangit yang luas terbentang...!
Pedih dan tawa...
Silih berganti menari
Rindu, luka...dan cinta
Selalu menghunjam angan kosongku
Dan mengisi hamparan kenangan bersamamu
Yang tak pernah layu
Engkau bagai kilatan senja
Menerobos relung malam
Menembus lintasan waktu
Tinggalkan tempatku berpijak
Lalu hilang tak berjejak
Dan aku coba membangkitkan deretan kata
Yang beberapa detik lalu lemah tergeletak
Ya Rabb...
Kenapa dadaku tak seluas langitMu?
Yang mampu menampung segala kisah
Pengorbanan tiada tara
Dua anak manusia
Ya Rabb...
Kenapa hatiku tak seperti subuh?
Yang mampu mengantar embun
...menyongsong pagi...
Sambil membasuh sisa mimpi...
Dan hilangkan sejuta letih
Mungkin...
Ini yang namanya perjalanan
Saat perasaan..angan..
...harapan..dan kenyataan..
Berdiri digugusan awan yang berbeda
Tapi itu memang ada
Dan tak mungkin dapat dipungkiri
....
Hanya hati bersih yang dapat menjangkau ini
11.00 - 12.40 WIB, 03 Desember 2010
Ditulis selama perjalanan Medan - Jakarta
Kenang membayang
Angan mengambang
Dilangit yang luas terbentang...!
Pedih dan tawa...
Silih berganti menari
Rindu, luka...dan cinta
Selalu menghunjam angan kosongku
Dan mengisi hamparan kenangan bersamamu
Yang tak pernah layu
Engkau bagai kilatan senja
Menerobos relung malam
Menembus lintasan waktu
Tinggalkan tempatku berpijak
Lalu hilang tak berjejak
Dan aku coba membangkitkan deretan kata
Yang beberapa detik lalu lemah tergeletak
Ya Rabb...
Kenapa dadaku tak seluas langitMu?
Yang mampu menampung segala kisah
Pengorbanan tiada tara
Dua anak manusia
Ya Rabb...
Kenapa hatiku tak seperti subuh?
Yang mampu mengantar embun
...menyongsong pagi...
Sambil membasuh sisa mimpi...
Dan hilangkan sejuta letih
Mungkin...
Ini yang namanya perjalanan
Saat perasaan..angan..
...harapan..dan kenyataan..
Berdiri digugusan awan yang berbeda
Tapi itu memang ada
Dan tak mungkin dapat dipungkiri
....
Hanya hati bersih yang dapat menjangkau ini
11.00 - 12.40 WIB, 03 Desember 2010
Ditulis selama perjalanan Medan - Jakarta
S E N D I R I K U
Diujung waktu...
Aku sebenarnya masih menunggu
Meski aku tahu...
Senjapun tak lagi menghadirkanmu
Saat ini...
Kulihat bayang wajahmu
Yang menetes dibalik gerimis malam
Begitu pucat...
Karena luruh bersama doaku
Pelan-pelan kutulis namamu
Dan segala cerita yang pernah ada
....
Lalu aku jadi terdiam...
Karena rasa mulai terkelupas
..dan tak mampu utuh
Seperti dulu...
Biarlah semua mimpi menjadi malam
Semakin gelap...
...dan takkan mampu kau lihat
Lalu kutunggu walau sepi
Karena angin telah lenyapkan jejakmu
Biarlah...
Aku pergi menjemput sisa waktu
...dan mencoba bangkitkan diri
Karena perjalanan kita...
Membelah keyakinan menjadi dua
Aku...dan ...kau...
Biarlah...
Semua harus kumulai lagi
Karena sendiriku...
Mungkin menjadi bayangan terbaik...
...Bagimu...
Ya Rabb...
Jangan biarkan sujudku gemetar lagi
Jangan biarkan do'a memudar disini
Tolonglah aku ...
Tancapkan kaki agar tetap tegak berdiri
Dibumi-Mu yang tak bertepi
Banjarmasin, 01 Juni 2011.
Aku sebenarnya masih menunggu
Meski aku tahu...
Senjapun tak lagi menghadirkanmu
Saat ini...
Kulihat bayang wajahmu
Yang menetes dibalik gerimis malam
Begitu pucat...
Karena luruh bersama doaku
Pelan-pelan kutulis namamu
Dan segala cerita yang pernah ada
....
Lalu aku jadi terdiam...
Karena rasa mulai terkelupas
..dan tak mampu utuh
Seperti dulu...
Biarlah semua mimpi menjadi malam
Semakin gelap...
...dan takkan mampu kau lihat
Lalu kutunggu walau sepi
Karena angin telah lenyapkan jejakmu
Biarlah...
Aku pergi menjemput sisa waktu
...dan mencoba bangkitkan diri
Karena perjalanan kita...
Membelah keyakinan menjadi dua
Aku...dan ...kau...
Biarlah...
Semua harus kumulai lagi
Karena sendiriku...
Mungkin menjadi bayangan terbaik...
...Bagimu...
Ya Rabb...
Jangan biarkan sujudku gemetar lagi
Jangan biarkan do'a memudar disini
Tolonglah aku ...
Tancapkan kaki agar tetap tegak berdiri
Dibumi-Mu yang tak bertepi
Banjarmasin, 01 Juni 2011.
Selasa, 13 September 2011
T E R L U K A
Cinta...
Beri aku keyakinan
Suatu saat nanti
Dirimu akan kembali...!
.......
Bantu iringi setiap waktu
Agar mampu kujalani sendiri
Mimpi yang tak pernah putih lagi
Luka...
Beri aku kepastian
Sampai kapan dirimu disini
Jangan sampai darahku
Menjadi tetesan tersia-sia..
Yang tak sampai ke ujung kisah..!
Aku memang terguncang...
Akan sekejap hadirmu
Akupun tak berhenti meradang...
Karena sejak saat itu...
Perih mencoba menyakitiku
Bayangan janji suci...kata manis...
...lembut perilakumu...
Sungguh semakin tajamkan belati
Yang tak berhenti mengoyak lelap sedihku
Disini...
...diantara bekunya satu per satu kenangan...
...saat bersamamu...
Jakarta, 19 Agustus 2011
Beri aku keyakinan
Suatu saat nanti
Dirimu akan kembali...!
.......
Bantu iringi setiap waktu
Agar mampu kujalani sendiri
Mimpi yang tak pernah putih lagi
Luka...
Beri aku kepastian
Sampai kapan dirimu disini
Jangan sampai darahku
Menjadi tetesan tersia-sia..
Yang tak sampai ke ujung kisah..!
Aku memang terguncang...
Akan sekejap hadirmu
Akupun tak berhenti meradang...
Karena sejak saat itu...
Perih mencoba menyakitiku
Bayangan janji suci...kata manis...
...lembut perilakumu...
Sungguh semakin tajamkan belati
Yang tak berhenti mengoyak lelap sedihku
Disini...
...diantara bekunya satu per satu kenangan...
...saat bersamamu...
Jakarta, 19 Agustus 2011
Langganan:
Postingan (Atom)