Kamis, 09 Februari 2012

BAYANGANMU



Kau masih setia bersamaku
Hidup di alam paling gelap
Tanpa sinar...sangat dingin
Sendiri semua harus dijalani

Aku tetap disini hanya untuk menunggu
Mungkin sampai akhir dari waktu
Padahal angin sudah berhenti menerpaku
...dan kenangan...satu-satunya yang tak akan mati
Biar saja ...aku seperti ini
.............
Meski dirimu-pun telah menjadi abu




Jakarta, 09 Februari 2012

DI PERSIMPANGAN




Sudah beratus-ratus malam rasanya...
Aku berdiri sendiri dipersimpangan jalan ini
Semua arah sulit dimengerti
Tapi aku kini masih disini...
Menunggu kabarmu yang tak pernah pasti

Kenapa gelap tempatku berdiri?
Tetap gelap...sangat gelap
Walau bulan tak sampai sejengkal kaki
Dan aku tetap disini...tak tahu mau kemana
Hanya mengharap fajar..
Yang mungkin hadir sebentar lagi

Aku hanya sendiri...
Terus saja berdiri dipersimpangan itu
Sepertinya kini aku harus pergi
Membunuh sepi..!
Memang aneh rasanya bila hati memendam cinta
Menjadi bodoh....tak mampu memikir diri sendiri

Dipersimpangan itu...
Kutahu...kau pernah ada disini
Ahhh....kini aku harus pergi...
Mencari diri sendiri....



Pontianak, 03 Februari 2012

UNTUK BIDADARIKU


 
Yang tersisa saat ini hanya rindu...
Kau pergi...itu kenyataannya..!
Tapi kenapa bayangmu selalu datang
Tak kenal waktu
Makin dalam aku terbenam
Dipuing reruntuhan kenangan
..........
Sebelum senja berganti malam...
Dan gelap menyergap bumi
...kembalilah...
Jemput aku secepat kau mampu
Mari membuka lembaran baru
Karena harapan itu sebenarnya masih ada
...cinta yang berusaha menjadi sempurna
Antara kau...dan aku
...Hanya untuk kita...




Mempawah, 02 Februari 2012



Rabu, 01 Februari 2012

K E K A L



Dan kalimat pendek ...
Yang selalu kau tulis
Untuk menjawab setiap tanyaku
Sama sekali tak mampu menjawab semilir dahaga
Apalagi membunuh rasa rinduku
...Kau sungguh berbeda dengan dulu...
Padahal aku...
Berharap lebih dari itu
...Mendengar lagi merdu suaramu..

Andai mampu...
Ingin rasanya aku pergi sendiri 
Sejauh-jauh langkah kehidupan baru
Meninggalkan kenangan bersamamu
Tapi sekali ini aku masih disini
Berkali-kali...dan sekali lagi
Karena bayangmu menjerat
Seluruh keinginan itu
Dan dalam bisu...
Disitulah kenangan tak bosan berlabuh

Esok...
Semua pasti akan menjadi tiada
.............
Tiadamu...tiadaku...
Mungkin hanya itulah satu-satunya kata pisah
Yang mampu menjadi nyata...



Singkawang, 01 Februari 2012


Rabu, 25 Januari 2012

PULANG KE RUMAH

Seperti biasa...
Aku mencorat-coret kata yang masih tersisa
Angan sekejap melintas...lalu berbiak kemana-mana
Ditengah sepi yang tak mampu kukendalikan lagi


Mata menatap lurus ke depan
Sedangkan kenangan tak berhenti menarikku ke belakang
Kali ini aku hanya berdiri...
Dipersimpangan jalan yang membuat sibuk mencari


Bidadariku...
Apalagi yang perlu kusampaikan saat ini ?
Semua sudah kau perjelas
Diammu ... Bisumu
Hilang dan pergimu...
Tanda bahwa waktu telah membasuh cinta itu


Biarlah aku sendiri menunggu disini
Ditempat terakhir kita bertemu
Kembalilah suatu saat nanti
Bintang di langit ...pasti menunjukkan jalanmu
Pulang ke rumah...








Jakarta, 25 Januari 2012

Selasa, 24 Januari 2012

HALAMAN RUMAHMU


Aku selalu ingat jalan itu
Jalan terjal satu-satunya
Yang kau tunjukkan
Menuju ke rumahmu
Masih belum terlupa
Saat kau membukakan pintu
Dan beberapa jendela kayu
Lalu mengajakku masuk
Duduk bersanding disofa lembutmu
Manis senyum...dan tutur kata
Terurai dari gerak tubuhmu
Saat berbagi cerita sepanjang waktu
...Malam itu...
..........
Tapi sepertinya....
Aku berdiri diantara mimpi dan nyata
Karena saat fajar tiba
Ternyata kaupun telah berlalu
Ketempat yang tak pernah kutahu
Bersama tetesan embun yang melepas beku
Sekali ini...dan untuk kesekian kali
Aku hanya sendiri menunggu
Di halaman rumahmu



Bandung, 23 Januari 2012



GELISAHMU


Angin kecil yang terhembus dari nafasmu
Mungkinkah masih ada bayangan diriku?
Karena dua tahun lalu
Disitu aku temaram
Dan menetap terlelap
Menemani sepimu
Atau...
Gelisahmu kini malah membuat ragu
Lalu sebegitu mudahnya
Kau buang sisa bayangku
Dalam malam-malam tanpa nama
Entah...!



Bandung, 22 Januari 2012