Senin, 06 Mei 2013

SAAT KEHILANGANMU





Tak banyak sisa cerita
Yang bisa dibisikkan malam itu
Aku lihat ibu terlentang lemah tak berdaya
Sedang aku...
Hanya bisa menjagamu dari kejauhan

Aku sudah berusaha menunggang bayu
Menyusuri ribuan jarak...puluhan kota
Agar jangan tertutup sang waktu
Untuk segera sampai didepanmu

Aku tahu...
Pagi itu belum terbentuk sempurna
Mataharipun masih seperempat jarak diatas bumi
Saat aku harus menghadapi kenyataan
...Kehilanganmu...

Tubuhku lemas...
Seluruh tulangku seakan patah terurai
Langit mendadak gelap....pandanganku nanar
Degup jantung mendadak gemetar
Pandanganku kosong dan tak berdaya
Saat menatap kepergianmu
Tatapan kasih sayang seorang anak
Pada ibu yang sangat dicintainya

Ibu....
Kini tak mungkin lagi kudengar suara lembutmu
Pergimu ke alam kedamaian
Harus kuantar dengan ikhlas
Demi lapang jalan dialam sana

Tak terbayang...
Hidup tanpa hadirmu
Tangan dan mimpiku tak berhenti
Menggapai jutaan kenangan sejak masa kecil
Sampai beberapa saat lalu sebelum pergimu
Semua itu takkan mungkin sirna dalam hatiku
Sungguh....itu cinta yang tumbuh dan terus berbiak
Sesubur doa yang tak pernah mati
Sampai akhir waktuku
nanti...




Bandara Abdurrahman Saleh - Malang, 15 Maret 2013



RINDU IBU




Tak mudah ibu....
Membayangkan dalamnya rasa sepi
Sejak kau pergi beberapa waktu lalu
Tak satupun alat ukur dibumi ini
Yang mampu memastikan semua itu
Kenangan saat kita bicara berdua 
Jadi lembaran hidup yang selalu ada disini
Memupuk satu kerinduan hanya untukmu

Entah berapa waktu sejak kau pergi
Aku menganggapmu tetap ada
Suara merdumu...
Masih terdengar jelas saat ini
Bayangan senyummu...
Membuatku selalu mengharapkanmu kembali
Senyawa impian dan halusinasi

Hanya doa yang membuatmu terus hidup disini
Karena lantunan firmanNya
Akan menembus segala batas
Dan mengantar segenap rinduku
Hanya padamu....



Calang - NAD, 21 April 2013


Jumat, 14 Desember 2012

MENCARI DIRI SENDIRI


 Sungguh....
Aku telah lama berlari
Tak sedikitpun berhenti
Mencari diri sendiri
Aku bahkan tak sempat berteduh
Walau hanya beberapa detik saja

Siang dan malam…
Susuri gersang jalan sambil terus berlari
Keringat deras bercucuran
Mata tertutup rapat
Kulit kering mengelupas lepas
Tapi aku tak berhenti
Berlari....terus berlari
Seperti kuda kehilangan kendali

Aku pergi
Mencari diri sendiri
Sekian tahun lamanya
Aku hanya berdiri sendiri
Dipersimpangan ini
Serba tak pasti...!

Aku harus terus berlari
Meski sampai ujung bumi
Jangan buang waktu lagi
Mata sudah memerah darah
Lukapun berlumur nanah
Hati menangis
Jiwa teriak tak pernah habis
Aku sangat lelah…sungguh..!

Tuhanku…
Beri sedikit kekuatan milikMu
Agar aku sampai kesana
Karena saat ini
Kakiku terasa gemetar
Tapi aku tak boleh berhenti disini
Berlari dan terus berlari
Tak memikirkan apa-apa lagi
Dan sebelum senja menutup hari
Semoga bisa temukan diri sendiri





Bogor, 12-12-12

Rabu, 25 Juli 2012

SISA KENANGAN







Dimatamu....
Aku tak berhenti
Membaca berlembar-lembar kenangan
Yang dulu pernah kita eja bersama

Hanya pada halus keningmu....
Aku selalu menyimpan salam terakhir
...Salam penuh rasa cinta...!
Yang kujaga agar tak layu
Walau malam menutup hari
Memaksa pisahkan mimpiku....mimpimu

Antara nyata dan harapan...
Cerita itu pernah singgah
Seharusnya kini tetap ada
Karena berisi rangkaian namaku
...dan namamu

Badai tiba-tiba datang mendera
Mencoba hapus seluruh coretan perjalanan
Saat itu...kita-pun belum sempat menyiapkan
Satu tempat terbaik untuk berteduh..
Tapi ketahuilah bidadariku...
Tak satupun mampu menghapus
Karena sebelumnya sudah tertulis rapi...
Dengan darah keyakinanku...!
...dilembar keraguanmu...




Pontianak, 05 April 2012

Selasa, 06 Maret 2012

S I N G G A H




Aku tak sempat membayangkanmu dengan sempurna
Kau datang dikala fajar merekah
Menyapa lembut sebentar
Lalu siang hari...
Mengenalkanku pada panas dan hujan
Tapi belum puas aku merasakan hangatmu
Kau terburu pergi mengikuti senja
Kutunggu...selalu kutunggu...
Menjelang malam hanya datang pesanmu
....Aku tak kembali lagi...!
Dan akupun hanya mampu berkata...
...Selamat jalan....
Biarlah dirimu berwujud kenangan
Aku akan selalu segarkan kerontangnya gersang
Dengan gerimis yang kukirim disetiap langkahmu



 Kendari, 02 Maret 2012

C O R E T A N



Bicara tentang kamu...
Itu adalah kenangan
Hidup bagai bayangan
Selalu hadir disini
Sementara waktu menyeretku
Ke depan sana... tujuan hidup..!

Bicara kenangan...
Ingin rasanya aku menahan waktu
Menahan detik agar berhenti...dan tak berlalu
Karena ingin rasanya
Mendengar kata manismu
Seperti dulu...

Bicara tentang kita...
Mungkin kamu adalah langit
Luas terbentang di atas sana
Menaungi bumiku
Sedangkan aku adalah laut
Tak berhenti alunkan ombak
Berkecipak tiada henti satukan nada
Memang langit dan laut...sama-sama biru
Saling bercermin sepanjang waktu
Tapi sayang....
Terpisah dimensi yang sulit bersatu



Kendari, 01 Maret 2012

Sabtu, 18 Februari 2012

AKU...KENANGAN DAN KEHIDUPAN

Aku ingin mengerti...
Adakah yang lebih tabah dari kenangan?
Melongok masa lalu...
Yang tak ada habis-habisnya
Berisi potongan cerita tak pernah utuh
Antara kau ...dan aku...
Sedih....lebih dari sekedar rasa


Aku ingin tanya...
Adakah yang lebih kekal dari do'a?
Disaat setiap malam
Adalah lapisan jarak
Jauh melebihi batas...
Tapi yang terucap tetaplah pinta padaNya
Agar dirimu tetap ada
Walau disini rasa harus dibungkam


Banyak warna kuingin tahu...
Bukan hanya abu-abu
Semoga suatu saat nanti
Aku benar-benar mampu memahami
...riuhnya perjalanan...
............
Upppssss....kehidupan...!
Aku sungguh rindu datangmu
Ajak aku ketempatmu mengakhiri keluh...






Pontianak, 17 Februari 2012