Entah apa yang kau rasakan
Bila suatu saat bercermin di air bening itu
Tapi yang terlihat adalah perjalananmu
Yang penuh liku dan misteri tak pernah henti
Wajah aslimu malah tinggal jejak-jejak
Dan tak mampu kau temukan lagi
Mungkin tak pernah kau sadari
Cermin itu harusnya pantulan wajah lembutmu
Senyum manismu
Sorot tajam matamu
Seribu ungkapan tulusmu
Seperti yang sepintas pernah kutahu
Diawal perjumpaan itu
Tapi lupa diri malah membenamkanmu
Dikedalaman cermin itu
Lalu pelan-pelan hanyut ke laut lepas
Dan dibalik cermin itu
Satu sorot mata lain tak berhenti memandangimu
Calang - NAD, 29 September 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar