Mungkin bukan pula senjamu nanti
Aku kini beku di mimpiku sendiri
Karena kebisuan membungkam semuanya
sepi...
Tapi aku tetap berusaha menjadi angin
Yang tak berhenti hembuskan setiap pesan
Agar sampai diujung malammu
Ingin kuceritakan tentang luasnya langit
Yang selalu menaungi arah anginku
Tentang bumi...
Yang permukaannya lebih terjal dari kita duga
...dan seharusnya kita lewati tadi
Tapi...
Aku kemudian jadi tahu
Kau tak butuh lagi semua itu
Karena saat ini tak ada lagi cerita
Yang mampu meluluhkan hatimu
....
Dan aku lebih baik menunggu saja disini....
....
Menunggu kemungkinan datangmu
Yang tak pernah kutahu...
...
Bila kau telah puas mengembara
Keriput wajah tua telah mendera
Saat itu...
Takkan kau dengar lagi kata puja seperti biasa
Tubuhpun semakin melemah tanpa daya
.....
Datanglah segera ...
Bersemayamlah disetiap baris puisiku
...Puisi kerinduan tanpa jeda...
Itulah saat kau akan belajar tahu
Ada cinta tak pernah renta...
Yang selama ini tersia-sia...
....
Jakarta, 10 Oktober 2011