Entah...
Kenapa kau tak mampu menghitung sisa waktu
Sekali ini aku bilang...
Telah banyak kunikmati hari mengenangmu
Tak berhenti mengirim pesan rindu disetiap coretanku
Aku juga belum pernah lupa
Saat kau paksakan aku menelusuri satu persatu
Jejak langkahmu yang semakin menjauh
...dan menyisakan sedikit bayangan
...yang tak pernah utuh...!
Mungkin nanti...
Kita perlu sekejap bertemu
Agar dapat kupastikan
Sisa harum parfum-mu
Apa masih seperti dulu?
Kita...
Sungguh berbatas waktu
Tak baik saling menunggu
Itu hanya membuat semakin membeku
Ayo...beritahu aku...
Dimana harus kujemput dirimu
Sebelum wajah tua-ku
Membuat lupa mengeja namamu...
Harapanku...
Semoga...ini bukan kesia-siaan semata
Karena jalan terjal yang terlewati saat itu...
Sebenarnya masih menyisakan lintasan setapak
...diujung waktu kita...
......
Bidadariku...
Jangan sampai terlambat kau pahami
Karena seluruh waktu-pun
Sebentar lagi juga purna
...Bersama akhir perjalanan raga...
Lalu sajak tentang gelapnya malam...
Akan pupus terkubur disamping mimpimu
...
Dan saat itupun kita...
Akan menjadi deretan jasad yang tak lagi bertemu...
Tapin - Kalsel, 6 Oktober 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar