Senin, 10 Oktober 2011

CERITA CINTA

Aku bukanlah fajarmu
Mungkin bukan pula senjamu nanti
Aku kini beku di mimpiku sendiri
Karena kebisuan membungkam semuanya
sepi...
Tapi aku tetap berusaha menjadi angin
Yang tak berhenti hembuskan setiap pesan
Agar sampai diujung malammu

Ingin kuceritakan tentang luasnya langit
Yang selalu menaungi arah anginku
Tentang bumi...
Yang permukaannya lebih terjal dari kita duga
...dan seharusnya kita lewati tadi
Tapi...
Aku kemudian jadi tahu
Kau tak butuh lagi semua itu
Karena saat ini tak ada lagi cerita
Yang mampu meluluhkan hatimu
....
Dan aku lebih baik menunggu saja disini....
....
Menunggu kemungkinan datangmu
Yang tak pernah kutahu...
...
Bila kau telah puas mengembara
Keriput wajah tua telah mendera
Saat itu...
Takkan kau dengar lagi kata puja seperti biasa
Tubuhpun semakin melemah tanpa daya
.....
Datanglah segera ...
Bersemayamlah disetiap baris puisiku
...Puisi kerinduan tanpa jeda...
Itulah saat kau akan belajar tahu
Ada cinta tak pernah renta...
Yang selama ini tersia-sia...
....



Jakarta, 10 Oktober 2011

W A K T U

Entah...
Kenapa kau tak mampu menghitung sisa waktu
Sekali ini aku bilang...
Telah banyak kunikmati hari mengenangmu
Tak berhenti mengirim pesan rindu disetiap coretanku
Aku juga belum pernah lupa
Saat kau paksakan aku menelusuri satu persatu
Jejak langkahmu yang semakin menjauh
...dan menyisakan sedikit bayangan
...yang tak pernah utuh...!

Mungkin nanti...
Kita perlu sekejap bertemu
Agar dapat kupastikan
Sisa harum parfum-mu
Apa masih seperti dulu?

Kita...
Sungguh berbatas waktu
Tak baik saling menunggu
Itu hanya membuat semakin membeku
Ayo...beritahu aku...
Dimana harus kujemput dirimu
Sebelum wajah tua-ku
Membuat lupa mengeja namamu...

Harapanku...
Semoga...ini bukan kesia-siaan semata
Karena jalan terjal yang terlewati saat itu...
Sebenarnya masih menyisakan lintasan setapak
...diujung waktu kita...
......

Bidadariku...
Jangan sampai terlambat kau pahami
Karena seluruh waktu-pun
Sebentar lagi juga purna
...Bersama akhir perjalanan raga...
Lalu sajak tentang gelapnya malam...
Akan pupus terkubur disamping mimpimu
...
Dan saat itupun kita...
Akan menjadi deretan jasad yang tak lagi bertemu...






Tapin - Kalsel, 6 Oktober 2011

Senin, 26 September 2011

JANGAN PERNAH

Jangan pernah sebut hitam ... 
Karena tidak hanya itu warna yang tersisa 
Belajarlah mengerti dalam perjalanan ini 
Satu warna tidak mungkin menyatukan siang dan malam 
...dengan sempurna... 


Jangan pernah sebut hanya bayangan 
Lihat baik-baik... 
Itulah kenyataan...! 
Saat kita membungkam jumpa 
Ternyata rasa tetap ada 
Tak juga sirna... 
...... 
Bukan kesia-siaan semata 
Seperti sering terucap dilautan kata-katamu 


Jangan pernah sebut itu mimpi 
Walau lebih dipahami saat mata terpejam 
Rasakan dengan kebersihan hati 
Karena kali ini ... 
Bukan seperti yang biasa terjadi padamu 
..mungkin juga padaku ...! 


Jangan pernah sebut itu misteri 
Renungkan dengan nurani 
Kau akan tahu ... 
Kebenaran takkan pernah mati disini 
Walau seribu kali diingkari... 












Pekanbaru, 23 September 2011

DI KEDALAMAN CINTAKU





Dikedalaman ragumu
Aku menyusuri waktu
Sendiri...
Karena sepi membenamkanku

Dikedalaman jejak langkahmu
Aku membuntuti lewat sajakku
Disitu berserakan
Tetesan sisa mimpi bersamamu

Dikedalaman cinta ...
Aku jadi tahu
Dirimu telah pergi
Tak pernah mau kembali
Dan aku menyusup dalam do'a
Untuk harapan sekejap menjumpaimu
Lalu...
Akupun ikut pergi
Ke arah berkebalikan denganmu



23 September 2011
Kutulis selama perjalanan Pekanbaru - Jakarta

Kamis, 15 September 2011

BERTANYA DI LANGIT

Diperjalanan kali ini...
Kenang membayang
Angan mengambang
Dilangit yang luas terbentang...!


Pedih dan tawa...
Silih berganti menari
Rindu, luka...dan cinta
Selalu menghunjam angan kosongku
Dan mengisi hamparan kenangan bersamamu
Yang tak pernah layu


Engkau bagai kilatan senja
Menerobos relung malam
Menembus lintasan waktu
Tinggalkan tempatku berpijak
Lalu hilang tak berjejak
Dan aku coba membangkitkan deretan kata
Yang beberapa detik lalu lemah tergeletak


Ya Rabb...
Kenapa dadaku tak seluas langitMu?
Yang mampu menampung segala kisah
Pengorbanan tiada tara
Dua anak manusia


Ya Rabb...
Kenapa hatiku tak seperti subuh?
Yang mampu mengantar embun
...menyongsong pagi...
Sambil membasuh sisa mimpi...
Dan hilangkan sejuta letih

Mungkin...
Ini yang namanya perjalanan
Saat perasaan..angan..
...harapan..dan kenyataan..
Berdiri digugusan awan yang berbeda
Tapi itu memang ada
Dan tak mungkin dapat dipungkiri
....

Hanya hati bersih yang dapat menjangkau ini




 11.00 - 12.40 WIB, 03 Desember 2010


Ditulis selama perjalanan Medan - Jakarta

S E N D I R I K U

Diujung waktu...
Aku sebenarnya masih menunggu
Meski aku tahu...
Senjapun tak lagi menghadirkanmu

Saat ini...
Kulihat bayang wajahmu
Yang menetes dibalik gerimis malam
Begitu pucat...
Karena luruh bersama doaku

Pelan-pelan kutulis namamu
Dan segala cerita yang pernah ada
....
Lalu aku jadi terdiam...
Karena rasa mulai terkelupas
..dan tak mampu utuh
Seperti dulu...


Biarlah semua mimpi menjadi malam
Semakin gelap...
...dan takkan mampu kau lihat
Lalu kutunggu walau sepi
Karena angin telah lenyapkan jejakmu

Biarlah...
Aku pergi menjemput sisa waktu
...dan mencoba bangkitkan diri
Karena perjalanan kita...
Membelah keyakinan menjadi dua
Aku...dan ...kau...

Biarlah...
Semua harus kumulai lagi
Karena sendiriku...
Mungkin menjadi bayangan terbaik...
...Bagimu...

Ya Rabb...

Jangan biarkan sujudku gemetar lagi
Jangan biarkan do'a memudar disini
Tolonglah aku ...
Tancapkan kaki agar tetap tegak berdiri
Dibumi-Mu yang tak bertepi


Banjarmasin, 01 Juni 2011.

Selasa, 13 September 2011

T E R L U K A

Cinta...
Beri aku keyakinan
Suatu saat nanti
Dirimu akan kembali...!

.......
Bantu iringi setiap waktu
Agar mampu kujalani sendiri
Mimpi yang tak pernah putih lagi

Luka...
Beri aku kepastian
Sampai kapan dirimu disini
Jangan sampai darahku
Menjadi tetesan tersia-sia..

Yang tak sampai ke ujung kisah..!

Aku memang terguncang...
Akan sekejap hadirmu
Akupun tak berhenti meradang...
Karena sejak saat itu...
Perih mencoba menyakitiku
Bayangan janji suci...kata manis...

...lembut perilakumu...
Sungguh semakin tajamkan belati
Yang tak berhenti mengoyak lelap sedihku
Disini...
...diantara bekunya satu per satu kenangan...
...saat bersamamu...



Jakarta, 19 Agustus 2011