Jumat, 29 November 2013

RINDUKU SELALU



Duh...kenapa ada rindu seperti ini?
Membuatku sulit berkata lagi
Harapkan senyummu
Kenyataannya lama menghilang
Harapkan sapamu
Seperti menunggu bayangan waktu
Andai kutahu sedang apa kau disana
Itu sudah cukup bagiku
Kau...dan aku...
Berjarak rindu...
Yang jauh...

Dimana keberadaanmu kini?
Tak berhenti kucari-cari
Kering suara memanggilmu
Tak sedikitpun kudengar jawabmu
Mungkin kau disangkar emas
Yang selalu mengurungmu
Dan jadi penghalang kita bersatu
Mungkin pula kau tersangkut di mimpi
Yang membuatmu hanya hidup di malamku
Atau...mungkin kau telah menjadi api
Yang membakar beku rinduku selama ini
Dan tak pernah mampu kumiliki
Malam nanti...
Aku ingin menjemput dengan kereta terindah
Lalu menempatkanmu hanya dihatiku
Agar rinduku tak berbiak...selalu



Bogor - Jakarta, 01 Nopember 2013

Selasa, 26 November 2013

H U J A N



Hujan malam ini ...
Menutup seluruh muka bumi
Dari tadi aku sendiri disini
Membayangkan derasnya air yang jatuh
Jauh dibalik tetesan hujan itu
Perjalanan masa lalu terbayang jelas
Sangat jelas ...!
Bermuara pada tempatku berdiri
Dan...tentunya disitu ada kamu



Blangpidie - NAD, 11 Juni 2013

Jumat, 22 November 2013

B U N G A U N T U K M U




Terakhir kali kita berjumpa
Aku bawa setangkai bunga
Yang kusimpan sampai saat ini
Kelopak bunga merah menyala
Dengan mahkota putih bersih
Lebih merah dari darahku
Lebih putih dari tulangku
Hanya satu tangkai
Tak pernah ada lainnya
Dan kujaga jangan sampai layu
Kau ingin tahu?
Masuklah ke dalam hatiku
Karena disanalah tersimpan bunga itu
Hanya untukmu....




Bogor, 24 Desember 2012

C E R M I N


Entah apa yang kau rasakan
Bila suatu saat bercermin di air bening itu
Tapi yang terlihat adalah perjalananmu
Yang penuh liku dan misteri tak pernah henti
Wajah aslimu malah tinggal jejak-jejak
Dan tak mampu kau temukan lagi
Mungkin tak pernah kau sadari
Cermin itu harusnya pantulan wajah lembutmu
Senyum manismu
Sorot tajam matamu
Seribu ungkapan tulusmu
Seperti yang sepintas pernah kutahu
Diawal perjumpaan itu
Tapi lupa diri malah membenamkanmu
Dikedalaman cermin itu
Lalu pelan-pelan hanyut ke laut lepas
Dan dibalik cermin itu
Satu sorot mata lain tak berhenti memandangimu
Calang - NAD, 29 September 2013

Senin, 06 Mei 2013

SAAT KEHILANGANMU





Tak banyak sisa cerita
Yang bisa dibisikkan malam itu
Aku lihat ibu terlentang lemah tak berdaya
Sedang aku...
Hanya bisa menjagamu dari kejauhan

Aku sudah berusaha menunggang bayu
Menyusuri ribuan jarak...puluhan kota
Agar jangan tertutup sang waktu
Untuk segera sampai didepanmu

Aku tahu...
Pagi itu belum terbentuk sempurna
Mataharipun masih seperempat jarak diatas bumi
Saat aku harus menghadapi kenyataan
...Kehilanganmu...

Tubuhku lemas...
Seluruh tulangku seakan patah terurai
Langit mendadak gelap....pandanganku nanar
Degup jantung mendadak gemetar
Pandanganku kosong dan tak berdaya
Saat menatap kepergianmu
Tatapan kasih sayang seorang anak
Pada ibu yang sangat dicintainya

Ibu....
Kini tak mungkin lagi kudengar suara lembutmu
Pergimu ke alam kedamaian
Harus kuantar dengan ikhlas
Demi lapang jalan dialam sana

Tak terbayang...
Hidup tanpa hadirmu
Tangan dan mimpiku tak berhenti
Menggapai jutaan kenangan sejak masa kecil
Sampai beberapa saat lalu sebelum pergimu
Semua itu takkan mungkin sirna dalam hatiku
Sungguh....itu cinta yang tumbuh dan terus berbiak
Sesubur doa yang tak pernah mati
Sampai akhir waktuku
nanti...




Bandara Abdurrahman Saleh - Malang, 15 Maret 2013



RINDU IBU




Tak mudah ibu....
Membayangkan dalamnya rasa sepi
Sejak kau pergi beberapa waktu lalu
Tak satupun alat ukur dibumi ini
Yang mampu memastikan semua itu
Kenangan saat kita bicara berdua 
Jadi lembaran hidup yang selalu ada disini
Memupuk satu kerinduan hanya untukmu

Entah berapa waktu sejak kau pergi
Aku menganggapmu tetap ada
Suara merdumu...
Masih terdengar jelas saat ini
Bayangan senyummu...
Membuatku selalu mengharapkanmu kembali
Senyawa impian dan halusinasi

Hanya doa yang membuatmu terus hidup disini
Karena lantunan firmanNya
Akan menembus segala batas
Dan mengantar segenap rinduku
Hanya padamu....



Calang - NAD, 21 April 2013


Jumat, 14 Desember 2012

MENCARI DIRI SENDIRI


 Sungguh....
Aku telah lama berlari
Tak sedikitpun berhenti
Mencari diri sendiri
Aku bahkan tak sempat berteduh
Walau hanya beberapa detik saja

Siang dan malam…
Susuri gersang jalan sambil terus berlari
Keringat deras bercucuran
Mata tertutup rapat
Kulit kering mengelupas lepas
Tapi aku tak berhenti
Berlari....terus berlari
Seperti kuda kehilangan kendali

Aku pergi
Mencari diri sendiri
Sekian tahun lamanya
Aku hanya berdiri sendiri
Dipersimpangan ini
Serba tak pasti...!

Aku harus terus berlari
Meski sampai ujung bumi
Jangan buang waktu lagi
Mata sudah memerah darah
Lukapun berlumur nanah
Hati menangis
Jiwa teriak tak pernah habis
Aku sangat lelah…sungguh..!

Tuhanku…
Beri sedikit kekuatan milikMu
Agar aku sampai kesana
Karena saat ini
Kakiku terasa gemetar
Tapi aku tak boleh berhenti disini
Berlari dan terus berlari
Tak memikirkan apa-apa lagi
Dan sebelum senja menutup hari
Semoga bisa temukan diri sendiri





Bogor, 12-12-12