Ketika aku rindu...
Seketika ingin berteriak...
...dan berkata "tidak"...!
Tapi aku tak mampu...
Aku tak pernah pergi...
...meski dirimu menjadi bayang
Disini...
Aku masih ada...
Mencoba melepas gelisah
Jangan pernah berkata aku berubah...
Sebab rasa itu benar-benar ada
Larut antara asa dan dilema
Tersimpan rapi diujung jiwa
Aku tak mungkin mampu membuang yang tersisa
Kamu tahu ... betapa bingungnya aku kini...
Berdiri ditengah mimpi...harapan..doa..dan kenyataan
Biarlah aku beku
Tak tuntas dipeluk semu
Biarlah ceritaku membisu
Terlindas deretan waktu
Ya Rabb...
Bagaimana semua ini harus kuartikan?
Jakarta, 23 Desember 2010
Selasa, 23 Agustus 2011
Senin, 22 Agustus 2011
A B A D I
Aku pernah mengenal angin...
Tapi tidak sesejuk ini
Aku mengenal hujan...
Tapi tidak segemericik ini
Aku begitu mengenal matahari...
Tapi tidak pernah sehangat ini
Akupun sangat mengenal air...
Tapi tidak ada yang sebening ini
Sangat berbeda...
Jauh melebihi apapun yang pernah tercipta
Kini pasti ... sangat hakiki...
Rasa itu selalu ada...
.......
Lalu kuusap jemari tanganku di dingin hatimu...
Untuk sebuah harapan...
...Yang tak pernah mati disini...
Singkawang, 30 September 2010
Jumat, 19 Agustus 2011
E P I S O D E
Kau pergi...
Awalnya aku tak sadari
Selalu kupungkiri
Tapi kau tetap pergi
Membuatku hanya menyendiri
Kita adalah perjalanan ...
Yang pernah terlalui bersama
Sebentar bicara kenyataan
..Kenangan...lalu harapan
Tapi di depan itu waktu tetap kukuh
Mengantar kita jumpa detik terakhirnya
Aku pergi ke ruang samar-samar itu
Yang kau sebut....Kenyataan..!..
Hanya mampu terlihat dengan mata
..Tapi sungguh buram di "Rasa"
Darah mulai mengucur disekujur nadi
Karena belati keangkuhan mengoyak jantungku
Aku berlari...
Jauh...jauh sekali
Kesakitan menggenggam rasa di sesak nafasku
Menuju arah yang tak lagi pasti
Matahari mati...
Bulan pergi...
Bumipun sepi...
Aku hanya lemah dibalik gelapku
....
Ternyata...
Sebengis ini sisa hari-hariku..!
Suatu waktu nanti...
Entah...berapa puluh tahun lagi
Mungkin saat itu malam sudah keriput
Langitpun kusut berlumut
Awan sudah renta tak berdaya
Aku akan datang padamu
...dan berbisik lirih...
Tentang mimpi terakhirku
........
Lalu sebelum aku pergi...
Ingin kudengar detak dadamu
Siapa tahu.. Hatimu luluh...!
Karena aku telah berjalan sangat jauh
Kakipun gemetar menahan langkah
...hanya untuk menujumu...
Kendari - Jakarta, 30 Mei 2011
Kamis, 18 Agustus 2011
R A G U
Aku dulu ragu pada malam ...
Datang mengganti senja
Pergi selepas fajar
Taburkan dingin mendera
Namun tak pernah sempat memeluk akhir mimpi
Aku dulu ragu pada siang ...
Beri kehangatan lewat sinar benderang
Hempaskan langit kegelapan yang membentang
Coba singkapkan seribu awan gelap
Namun tak pernah tuntas hangatkan bekunya bumi
Malam selalu tahu...kapan siang datang
Siang juga pasti tahu..saat malam menjadi bayang
Selalu tahu...sama-sama tahu..!
Tapi tetap sekejap bertegur sapa...berbalas rindu
Lalu kembali ke asal sebelum bertemu
Aku ingin malam dan siang bersatu
Kristalkan lembaran gelap dan terang
..Nyata ...dan mimpi..!
Karena itulah keabadian hakiki
Entah...kapan bisa terjadi....
......
Malam dan siang juga ragu...
Karena menyimpan hari yang hanya separuh...
...tak pernah utuh...!
Martapura - Sumsel, 22 Maret 2011
JALAN KITA
Cinta bagimu...
Mungkin seperti angin
Kadang lembut membuai
Kadang kencang menghentak
Datang...lalu bertiup ...terus berganti
Akhirnya benar-benar pergi
Seperti kau kehendaki
Bagiku ...cinta adalah diri sendiri
Seperti jiwa yang melengkapi raga
Takkan pupus sampai batas usia
Bukan hanya janji dan kata
Walau kadang suka..ceria
...ataupun duka diantara ujian
Tapi itu adanya...!
Bagi kita ... mungkin cinta sulit dipahami
Bukan sekedar cerita
Atau renungan cita-cita
Apalagi hanya mimpi tertunda
Datang dan pergi..kita tak pernah meminta
Kenapa membuat saling terluka?
Karena diantara kita
Telah terpisah batas tipis
Kehilangan...duka dan rindu
Kondisi berbeda...
Yang takkan tergambarkan...
.....
Mungkin...
Seperti itulah jalan kita..!
Jakarta, 18 Agustus 2011
Rabu, 17 Agustus 2011
JATI DIRI
Ada saatnya kita perlu melihat ke langit...agar mampu mengantarkan cita2 setinggi itu.
Ada saatnya kita perlu juga melihat ke Matahari...agar mampu membuat kita percaya diri untuk memberi kehangatan dan manfaat bagi yang lain.
Tapi ada saatnya yg tidak boleh dilupakan, kita tetap perlu melihat betapa berdebunya kaki kita yang menginjak bumi...agar setinggi dan se-kaya apapun kondisi kita, namun tetap harus rendah hati dan menghargai sesama.
Orang pandai...adalah orang yang memang bijaksana menempatkan diri dan selalu mampu memberi manfaat bagi orang lain.
Orang bodoh...adalah orang yang kurang paham dengan istilah "rendah hati".. dan segala kesuksesannya ternyata hanya bisa memberi manfaat kecil dlm kehidupan ini...yaitu bagi diri sendiri saja...
Ada saatnya kita perlu juga melihat ke Matahari...agar mampu membuat kita percaya diri untuk memberi kehangatan dan manfaat bagi yang lain.
Tapi ada saatnya yg tidak boleh dilupakan, kita tetap perlu melihat betapa berdebunya kaki kita yang menginjak bumi...agar setinggi dan se-kaya apapun kondisi kita, namun tetap harus rendah hati dan menghargai sesama.
Orang pandai...adalah orang yang memang bijaksana menempatkan diri dan selalu mampu memberi manfaat bagi orang lain.
Orang bodoh...adalah orang yang kurang paham dengan istilah "rendah hati".. dan segala kesuksesannya ternyata hanya bisa memberi manfaat kecil dlm kehidupan ini...yaitu bagi diri sendiri saja...
P E N A N T I A N K U
Kadang memang sulit dimengerti
Kita ini berdiri dibumi yang sama
Jarakpun tak jauh seperti terkira
Tapi kau dihulu
Sedang aku selalu menunggu dihilir
Diantara kita...tabir...!
Aku berusaha melangkah..terus melangkah
Tapi kau nampaknya berhenti...
Lalu memaksa aku pergi
Dengan sedikit obor ditangan kiriku
Ke tempat yang tak mudah dicari
...
Tapi aku tak pernah bisa benar-benar pergi...
Kau tahu itu...!
Tanyalah pada langit
...dimana kugantungkan rasaku
Tanyalah pada angin
...kemana langkah kakiku bermuara
Tanyalah juga pada bumi
...dimana kan terkubur jasadku nanti
Tak akan pernah terjawab pasti..!
Karena sebenarnya aku tidak kemana-mana
Hanya terselip..dan mengering disetiap tetes darahmu
Lalu...
Tak henti-hentinya kuketuk dinding hatimu itu
Agar kau tahu aku menyendiri disitu
Selalu...tak berbatas waktu
Sampai sapamu membakar beku penantianku...
Singkawang, 11022011
Langganan:
Postingan (Atom)