Rabu, 16 November 2011

I K H L A S

Rasanya aku dulu mengenalmu
Entah dimana...aku lupa
Kau datang begitu saja
Tapi sepertinya dekat...sangat dekat
Tak berjarak dariku


Rasanya aku pernah berbicara padamu
Dulu...entah berapa ratus hari lalu
Tapi belum sempat kita bercerita sampai malam
Belum sempat kunikmati utuh senyummu
Angin mendadak beranak badai
Menjauhkanmu... dariku...


Rasanya kau pernah tinggal dibumiku
Membuat malam tak terlalu kelam
Mataharipun tak terlalu terik
Datangmu....adalah kenyataan...
Dalam setiap perubahan...!
Bukan impian yang salah hadir


Aku tak tahu…
Lalu apa yang membuatmu pergi begitu saja..?
Membalut rasa dengan sayatan baru penuh luka
Padahal kau tahu...
Tidak sesederhana itu menutup cerita
Dari ujian yang pernah terlewati
Ditengah keterbatasan yang tidak mungkin kita pungkiri
Demi Tuhan.....
Bukan karena sepi lalu aku mengharapkan hadirmu
Bukan karena pilu aku menulis sajak ini
Tapi jejak langkah terakhirmu
Memaksaku mengerti
Bahwa kau memang ingin pergi
Dan meninggalkan satu mimpi
Yang belum sempat diakhiri
...disini....





Jakarta, 15 Nopember 2011

Selasa, 15 November 2011

M U N G K I N K A H...?

Tunjukkan padaku Ya Rabb..
Bagaimana harus kumelangkah
Ditengah gersangnya kehidupan ini

Tunjukkan padaku Ya Rabb...
Bagaimana harus kubermimpi
Disaat diri terasa sepi
...sendiri...

Tunjukkan padaku Ya Rabb...
Bagaimana aku harus membuka diri
Dari kenyataan yang tiba2 hadir disini
Disaat galau mengusik hati
...dan bibir rapat terkunci

Tunjukkan padaku Ya Rabb
Apa makna yang kurasa ini..?
Karena sebenarnya...
Itu tak mudah dimengerti...

Kutanya padaMu Ya Rabb
AnugerahMu-kah ini...
..atau hanya angan mendera...?
Karena aku...
....tak lagi mampu berkata
Sungguh berbeda...
Melebihi hamparan semua cerita...
Yang pernah ada...





Singkawang, 01052010



...Tulisan sangat spesial yang mengantar pada satu perubahan besar  dan sangat mengesankan dalam kehidupanku...

G E L I S A H

Suatu hari nanti...
Semua akan kembali sepi
Suara pedih semakin lirih
Tiada satupun peduli
Sendiri aku disini
BertemanMu..Ya Rabbi

Sisa perjalanan
Harus terus dikejar..berlari..berlari..!
Tak ada waktu menoleh lagi
Namun kenapa langkah ini
Masih terbentang dalam dua jarak
Yang membuat diri kembali jatuh
Tak kuasa bergerak

Coba susuri lagi kelam malam
Rapatkan nalar yang mungkin ada
Tengadahkan tangan teriring do'a suci
Agar semua kembali putih
Seperti dulu lagi
......
Saat ketulusan mewarnai bumi


Muara Wahau - Kaltim, 25 Nopember 2009

Senin, 14 November 2011

H A M P A

Aku bingung
Mau berkata apa
Belum lupa
Saat dirimu mencerca
Dan merajam darahku
..sampai terluka
Mimpi
Padam seketika
Padahal kau salah sangka

Aku bingung
Dimana kutaruh rasa
Disini...disana...
Sama saja..
Kau tetap pergi
Benar-benar hampa
Lenyap kata
Tiada jumpa
Dimana kini dirimu?
Mungkin kau lupa
Seribu cerita
Yang kau beri padaku
Masih tertinggal disini
Tak sempat terbawa pergi

Aku melangkah
Berarak mega
Langit suram
Bumi kelam
Aku tetap menahan
Rasa yang tetap ada
Itu satu-satunya yang tersisa..!

Inikah cinta?
Benar bagiku
Entah bagimu
Tak perlu berucap
Kau pasti tahu
Dari awal
Kita memang berbeda

Cinta...
Mungkin miskin kata
Tak mudah jumpa lagi
Raga terbatasi
Saling menjauh
Tak apa..
Asal do'a kasih sampai padamu
Itulah yang kini ada

Bingung
Jiwa tersandera
Usia makin renta
Langkah tersia-sia
Mantapkan diri Lagi
Hadapkan wajah dan hati
Hanya padaMu...
Ya Illahi...
Dalam sujud
Yang tak berhenti
Disini...

Semoga kau mengerti...






 Bogor, 14 Nopember 2011

TENTANG KITA

Aku mendapatkan bayanganmu terlentang lemah
Diantara tumpukan kisah perjalanan
Yang terselip dibaris sajak lusuh ditangan kananku
Saat ini…

Tak mungkin terlupa tatapan tajam penuh selidik
Dari sorot mata indah tiada tara
Saat kau hunjamkan satu tanya penuh arti
Meminta satu kejujuran
...Kenapa aku mencintaimu..?
Sungguh...memang sulit dimengerti..!
Hati dan bibir hampir tak mampu berkata
Tapi aku harus menjawab dengan tegar
Karena cinta, jauh lebih dalam dari yang hanya terucap
Tubuhku-pun tak berhenti gemetar
Nadi terus berdenyut menembus nalar
Untuk membuatmu paham arti rasa yang sesungguhnya
....
Jawabanku...membuatmu luluh dalam pelukan mesra dan air mata
Yang merangkai satu...dari dua yang berbeda
Lalu puing malam mulai menyatukan kita
Dalam langkah penuh ujian...

Waktu menuntun kita.....
Mengembara ke jurang ujian
...lembah keyakinan...dan malam penuh mimpi
Akupun seakan menjadi langit
Yang sebenarnya belum terlalu biru
....belum tuntas terbentang
Tapi begitu kukuh mencoba mengajakmu berteduh
Karena aku memang ingin hadir...
.....hanya untukmu...

Duhai fajar......
Sebenarnya telah kurajut harapan dengan benang keyakinan
...dan seluruh do’a yang melekat seusai sujudku
Agar tak luruh saat dibasuh kabut subuh
Kuurai satu persatu kata…dalam satu-satunya rasa
.........
Lalu pelan-pelan kita melangkah digelap malam
...di tengah badai ujian tak terkira
Mengisi lautan kisah yang tak pernah kering
Entah ...kenapa kau malah terpisah dimuara berbeda?
Semoga kau tahu...
Aku masih hidup disela-sela janji
Janjiku...juga janjimu

Lebih dalam dari yang terkira
Takkan purna...
Dan mungkin, belum pernah kau jumpa

Senja hitam meredupkan bumi
Menghempaskan lamunan diri
Tinggal beberapa tetes lagi sisa darahku
... mimpipun tercederai
Dikenangan yang sulit kembali
Aku masih berdiri disini...
Ditempat sama kita pernah memulai hari
...dan mengikat hati
...tepat delapan belas bulan lalu...!
Bedanya...dulu denganmu
...kini hanya berteman bayangmu

Ya Rabb....
Masih bolehkah aku membasuh rindu
...dengan sisa peluh yang menetes di air mataku?
Ataukah memang cinta Kau ciptakan hanya untuk membisu?
Lalu perlahan membunuh Sang Waktu....



IV - Plaza Semanggi, Jakarta, 111111

Jumat, 04 November 2011

K E N A N G A N

Sore itu...
Kembali aku menelusuri jalan
Yang sering kita lewati berdua
Beberapa waktu lalu

Masih terlihat dedaunan dipinggir jalan
Tetap seperti dulu
..Tegak tergantung didahan
..Belum sempat berguguran
Walau terik matahari dan hujan terus bergantian menghampiri
Tak kenal waktu...

Aku menyetir mobil yang sama
Seperti saat kita masih berbagi rasa dulu
......
Aku lihat disamping kiri
Tempat duduk yang biasa kau tempati
Masih terbayang tatapan lembutmu
Diselingi harum parfum yang membekas jelas
Lalu kita saling bercerita
Tiada henti
Sambil menembus macetnya jalan

Masih utuh bayangan senyummu
Dispion dalam mobilku
Sungguh ...luar biasa indah...!
Tak habis-habisnya kunikmati
Karena takut semua itu hanya ilusi...

Kulihat dikedua spion luarku...
Ribuan meter telah kutinggalkan jarak dibelakang
Yang berombak bagai fatamorgana diri
Tentang lautan kisah kita
Berisi serpihan karang...deburan...gelombang..
... dan badai...
Yang lelap di birunya kedalaman janji
kini seakan mati suri
....Sulit untuk bangkit lagi

Masih teringat saat hujan begitu deras
Mengguyur seluruh isi bumi
Kusiapkan satu payung kecil
Yang hanya cukup untuk separuh tubuh kita
Lalu pelan-pelan kita turun dari mobil
Sambil kupeluk dirimu serapat mungkin
Agar tak sempat menetes hujan ditubuh halusmu
... itulah pelukan mesra pertama sejak aku mencintaimu..!
Berdua kita berjalan menghindari banyaknya genangan air
Perlahan menuju pinggir jalan
...Ke Warung Tahu Campur...

Langgananmu selama puluhan tahun...

Brakkkk....!!!!!
Tak sadar aku menabrak mobil depanku
Dipintu masuk tol Simatupang
....
Seluruh lamunan hilang seketika..!
....
Dan membuatku akhirnya harus tahu
Semua itu hanya kenangan
Yang kini setia menemaniku dalam kesendirian
.....
Lalu senjapun mengantar kenangan ke malam hitam
Semua serba remang-remang ....
.....
Entah kenapa...
Kau kukuh dengan perubahanmu
Datang....pergi....datang....pergi lagi
Tanpa pesan apapun...
Sedang aku ... selalu berusaha seteguh

Dengan jurang keyakinan yang tak pernah runtuh...
Hakikat konsistensi diri yang perlu kau tahu
.........

Akhirnya ....
Kini kau paksa aku menjadi paham
Bahwa hidup harus terus menuju tempat berlabuh
Ada ataupun tiada dirimu...
... disini...
Mengiringi cintaku yang tak pernah berhenti...




Bogor, 02 Oktober 2011

Selasa, 01 November 2011

BULAN MERAH

Bulan memerah
Awan kehilangan warna
Rindu tanpa makna
Inilah luka..!
Menuju renta-nya usia
Mimpi?
Bukan...
Sama sekali bukan
Ini nyata...!
Lebih setahun
Sejak rasa ada
Hampir setahun
Tercipta cedera
Aku hampir kehabisan kata
Dan kau ... lupa segala
.......

Masih pantaskah
Berkata suci..?
Bila hati
Memeram dusta
Masih pantaskah
Bicara janji...?
Ketika tak satupun
Mampu ditepati
Ya Rabb ....
Sekali ini kumohon

Tuliskan seribu firman-Mu
Dengan darahku
Agar lekat seluruh hakikat
Di bibir
Di hati
Dan perilaku
Menyongsong Ridho-Mu

........



Jakarta, 01 Nopember 2011