Aku mendapatkan bayanganmu terlentang lemah
Diantara tumpukan kisah perjalanan
Yang terselip dibaris sajak lusuh ditangan kananku
Saat ini…
Tak mungkin terlupa tatapan tajam penuh selidik
Dari sorot mata indah tiada tara
Saat kau hunjamkan satu tanya penuh arti
Meminta satu kejujuran
...Kenapa aku mencintaimu..?
Sungguh...memang sulit dimengerti..!
Hati dan bibir hampir tak mampu berkata
Tapi aku harus menjawab dengan tegar
Karena cinta, jauh lebih dalam dari yang hanya terucap
Tubuhku-pun tak berhenti gemetar
Nadi terus berdenyut menembus nalar
Untuk membuatmu paham arti rasa yang sesungguhnya
....
Jawabanku...membuatmu luluh dalam pelukan mesra dan air mata
Yang merangkai satu...dari dua yang berbeda
Lalu puing malam mulai menyatukan kita
Dalam langkah penuh ujian...
Waktu menuntun kita.....
Mengembara ke jurang ujian
...lembah keyakinan...dan malam penuh mimpi
Akupun seakan menjadi langit
Yang sebenarnya belum terlalu biru
....belum tuntas terbentang
Tapi begitu kukuh mencoba mengajakmu berteduh
Karena aku memang ingin hadir...
.....hanya untukmu...
Duhai fajar......
Sebenarnya telah kurajut harapan dengan benang keyakinan
...dan seluruh do’a yang melekat seusai sujudku
Agar tak luruh saat dibasuh kabut subuh
Kuurai satu persatu kata…dalam satu-satunya rasa
.........
Lalu pelan-pelan kita melangkah digelap malam
...di tengah badai ujian tak terkira
Mengisi lautan kisah yang tak pernah kering
Entah ...kenapa kau malah terpisah dimuara berbeda?
Semoga kau tahu...
Aku masih hidup disela-sela janji
Janjiku...juga janjimu
Lebih dalam dari yang terkira
Takkan purna...
Dan mungkin, belum pernah kau jumpa
Senja hitam meredupkan bumi
Menghempaskan lamunan diri
Tinggal beberapa tetes lagi sisa darahku
... mimpipun tercederai
Dikenangan yang sulit kembali
Aku masih berdiri disini...
Ditempat sama kita pernah memulai hari
...dan mengikat hati
...tepat delapan belas bulan lalu...!
Bedanya...dulu denganmu
...kini hanya berteman bayangmu
Ya Rabb....
Masih bolehkah aku membasuh rindu
...dengan sisa peluh yang menetes di air mataku?
Ataukah memang cinta Kau ciptakan hanya untuk membisu?
Lalu perlahan membunuh Sang Waktu....
IV - Plaza Semanggi, Jakarta, 111111
Tidak ada komentar:
Posting Komentar