Kamis, 24 November 2011

GELISAHKU

Aku melihat indahnya sinar itu
Bintang...ya Bintang, itulah namanya...
Begitu benderang
Jauh di atas cakrawala
Yang pernah tergambar disana


Aku merasa hangatnya api itu
Ketika semua gelap dipadamkan
Ketika segenap dingin dibekukan
Ketika bayang semu dikuburkan


Disini masih tersimpan indahnya putih
Selalu terbilang putih
Yang sangat tidak mudah dipahami
Tergapai dalam serpihan sepi
Diujung yang tak pernah mati..


Apa yang terlihat dibatas itu..
Bayangan...atau fatamorgana..?
Bukan..sama sekali bukan..!
Itulah diri sendiri
Yang berusaha mengais kasih Illahi..


Aku berlari membawa segenggam bayang diri
Jauh..sungguh jauh sampai batas sepi berdiri
Tinggi..ketempat yg belum sempat sekalipun tergambar mimpi
Tutup semua gelap dan terang
Hanya raga yang berdiri tegak disini
.......
Sekejap badai mendera...
Coba hempaskan setangkup nalar
..Aku tak bergeming...
Tetap bangkit..mencoba dan mencoba lagi
..Teriring setetes pinta tersisa
Tak ada waktu untuk memupus diri
......
Karena bila hampa mulai menari...
Itulah nisanku disisa perjalanan ini








Bogor, 13 Juni 2010

EPISODE CINTA



Masihkah kau tahu kerlipnya bintang
Disaat dirimu angkuh berdiri disini?
Selalu kau abaikan sinar itu...
Padahal dia kukuh menggantung disana
Diatas...ya hanya diatas sana
...selalu menjagamu
Tapi kenapa kau selalu terdiam
Walau bintang itu selalu menyapa setiap malam-mu..

Aku mencoba menunjukkan bulan padamu
Siapa tahu bekas senyummu masih terpampang diujung purnamanya
Lihat...kumohon lihatlah sekali saja
Bulan itu takkan indah...
Tanpa lukisan wajahmu disana

Disini...
Aku tak berhenti menembus hujan yang kian deras
Sambil kujaga jejak langkahmu
Jangan sampai terhapus oleh aliran air
Kuikuti pelan-pelan arah bayanganmu
Agar sampai kemuara yang ingin kutuju
....Muara kisah kita...

Telah sejauh ini aku melangkah
Sendiri memeluk sepi...
Akankah sisa bayanganmu menghilang begitu saja..?
Terbang..jauh ketempat yang tak pernah kutahu
...lalu terlupakan..?
Tidak...!
Kau tahu...
Dirimu adalah aku...
...denyut jantungku
Yang selalu kusembunyikan dari air mata dan rintik hujan
Yang bisa membuat kita rapuh...!

Cinta...bukan untuk dikata...
Bukan pula untuk sekedar ada...
Tapi itulah kisah...
Diantara kita...yang tak pernah tua...




Jakarta, 24 Nopember 2011

Rabu, 23 November 2011

BERITA TERAKHIR

Kau memang jauh
Lewati batas bianglala berteduh
Tapi sesekali kau datang
Dalam bayangan
Menyeret ringkih anganku
Untuk menulis bait sajak biru
Yang sekian lama mati suri


Jangan biarkan doaku runtuh
Karena itu hanya akan membuat harapan pergi
Dan bila aku harus sendiri
Tolong perlakukan tetes darah terakhir nanti
Seperti linang air matamu
Usaplah dengan lembut
Selembut yang kau mampu


Aku akan mencari padang ilalang
Yang kan kutinggali apa adanya
Beratap langit....beriak seperti laut
....Disinari bintang...
Sederhana saja ...
Lalu...
Biarlah sejenak aku kembali ke masa lalu...
Karena hanya disitu kita bisa bertemu
Sambil menunggu kemungkinan akhir ceritamu
Siapa tahu... nanti kau benar-benar datang
Membawa berita terakhir
Lalu bersama kita mencari tempat berlabuh


Biarlah sajakku tetap utuh disini
Menunggu kemungkinan datangmu
Biarlah...






Jakarta, 22 Nopember 2011

Selasa, 22 November 2011

SISA MALAM

Ternyata...
Malampun hanya menyisakan puing kelam
Yang dulu pernah disinggahi bulan
Entah bagaimana lagi...
Kutitipkan sinar terakhir
Yang seharusnya tidak boleh ikut terbenam


Pernah...
Aku menggantungkan angan
Dibalik awan yang memucat
...disiang itu...
Tapi hujan tak berhenti membasuh
Sisa-sisa yang pernah ada


Aku sebenarnya tak mampu membenci malam
.... tanpanya takkan jumpa fajar
Tapi begitu sakit aku berjalan ditengah kelam
Karena jutaan kerikil melukai kaki
..berdarah-darah...
Tanpa mampu dihindari
Aku terus berjalan sendiri...


Aku tak bisa mengerti
Apalagi memahami
Betapa riuhnya perjalanan itu
Harapan membentang...
...Sebentar singgah...berikan hasrat
...Lalu secepat itu menghilang...
Menjadi tumpukan kenangan..!
Melintasi mimpiku ….
...yang pernah datang....dan pergi...








Jakarta, 22 Nopember 2011

Senin, 21 November 2011

TENTANG SATU KERINDUAN



Duh...pintarnya caramu memainkan cuaca
Kemarau panas kau sirami air hujan
...
Gelapnya mendung kau sinari dengan mataharimu
Aku sungguh tak berdaya....

Lihatlah...
Dibalik gerimis itu ada jiwa renta tersia-sia
Lelah menyongsong lembar abad yang tak juga purna
Jutaan do'a tak berhenti menembus masa
Hidup, harus selalu mencari...
Tak cukup hanya menanti
Walau kenangan tak mungkin kembali
Sekedar kau tahu kasih....
Disini...
Ada yang tak berhenti menenun rindu
Mencoba menembus likunya perjalanan
...Semoga sampai padamu....
Sebelum habis sisa waktuku...



Jakarta, 21 Nopember 2011

Kamis, 17 November 2011

T A N Y A

Tuhan...
Dimana diri-Mu berada...?
Sore ini aku akan naik ke gunung terjal
Mencari tempat tertinggi dan tersunyi dibumi
Dipuncak bebatuan beku aku menyendiri
Lalu menutup mata...
Telinga...bibir...bahkan hatiku...
Dan ingin bertanya pada-Mu...
...Kemana sebaiknya aku melangkah...
...Malam nanti...?

 

Jakarta, 16 Nopember 2011

Rabu, 16 November 2011

MUARA KEHIDUPAN

Lihatlah baik-baik...
Aku sebenarnya adalah air laut..
Yang akan bergegas menjadi awan
...saat terik matahari membakarku...!
Lalu diujung kemarau
Aku segera jadi hujan
Yang akan membasahi gunung..
...lembah...bumi...
Membasuh luka-mu...luka-ku
Dan membawa dirimu
Perlahan mengalir
Tak tertahankan apapun
Kembali ke laut
...Muara kehidupan...


Aku ...
Kamu...
Kita...
Adalah inti perjalanan hakiki...
Sebagai Anugerah Illahi




Jakarta, 15 Nopember 2011