Duh...pintarnya caramu memainkan cuaca
Kemarau panas kau sirami air hujan
... Gelapnya mendung kau sinari dengan mataharimu
Aku sungguh tak berdaya....
Lihatlah...
Dibalik gerimis itu ada jiwa renta tersia-sia
Lelah menyongsong lembar abad yang tak juga purna
Jutaan do'a tak berhenti menembus masa
Hidup, harus selalu mencari...
Tak cukup hanya menanti
Walau kenangan tak mungkin kembali
Sekedar kau tahu kasih....
Disini...
Ada yang tak berhenti menenun rindu
Mencoba menembus likunya perjalanan
...Semoga sampai padamu....
Sebelum habis sisa waktuku...
Jakarta, 21 Nopember 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar