Mungkin...
Kau salah satu jenis angin
Yang pernah hadir dikehidupan ini
Selalu menerpa semua wajah
Lembutmu tak mampu kuseka
Karena berarak di atas mega
Jauh disana...
Siang malam kau disini...
Menyatukan sujud dan doa
Sungguh...
Lebih dari sekedar ada
Kau raga...
Aku jiwa...
Dulu pernah bersama
Kenapa kini hanya bertukar kata?
Duh sulitnya jadi satu...
Dibumi yang seharusnya lebih nyata
Aku sudah mengenal...
Lebih seribu nama...dan wajah
Seluk beluk seluruh cakrawala
Dan ujung dari segala tempat di dunia
Tapi kenapa tetap sulit menemukanmu?
Dan disaat letih mencari...
Aku kini lebih percaya pada do'a
Karena...
Mungkin disanalah dirimu benar-benar berada...
......
Kasih...
Kutunggu kau diujung usia...
Jakarta, 02 Desember 2011
Minggu, 04 Desember 2011
MATA ITU MILIK SIAPA...?
Mata itu milik siapa?
Luar biasa indah mempesona
Menyimpan beribu kekaguman
Dari setiap anak manusia
Mata itu milik siapa?
Sorot tajam melebihi pedang sang nabi
Hanya gambarmu...mampu membuatku gemetar
Terbayang, semua harus wajar
Tanpa kebohongan...
Mata itu milik siapa?
Berbagai kelembutan terpancar disana
Seperti jernihnya mata air
Yang tak henti-hentinya mengalirkan kedamaian
Sampai ke hilir
Mata itu milik siapa?
Tersembunyi letih teramat penat
Karena beban sungguh berat
Beristirahatlah....
Seperti matahari saat memasuki peraduan senja
Jangan biarkan peluh menggenangi kelopakmu
Mata itu punya siapa?
Kadang segersang gurun terpanggang
Karena jurang derita tak juga purna
Dalam hidup bergelimang air mata
Harapkan tetesan bahagia
Disisa usia
Mata itu milik siapa?
Tak satupun punya
Hanya dirimu
Bidadariku...
Banjarbaru - Kalsel, 02 Desember 2011
Luar biasa indah mempesona
Menyimpan beribu kekaguman
Dari setiap anak manusia
Mata itu milik siapa?
Sorot tajam melebihi pedang sang nabi
Hanya gambarmu...mampu membuatku gemetar
Terbayang, semua harus wajar
Tanpa kebohongan...
Mata itu milik siapa?
Berbagai kelembutan terpancar disana
Seperti jernihnya mata air
Yang tak henti-hentinya mengalirkan kedamaian
Sampai ke hilir
Mata itu milik siapa?
Tersembunyi letih teramat penat
Karena beban sungguh berat
Beristirahatlah....
Seperti matahari saat memasuki peraduan senja
Jangan biarkan peluh menggenangi kelopakmu
Mata itu punya siapa?
Kadang segersang gurun terpanggang
Karena jurang derita tak juga purna
Dalam hidup bergelimang air mata
Harapkan tetesan bahagia
Disisa usia
Mata itu milik siapa?
Tak satupun punya
Hanya dirimu
Bidadariku...
Banjarbaru - Kalsel, 02 Desember 2011
SEBENARNYA YANG KUMINTA
Mengapa kau biarkan aku harus melewati malam
Yang sulit sampai ke ujung pagi
Coretan-coretan lusuh diburamnya kelam
Tak pernah membuatku berhenti
Menulis ribuan puisi untukmu
Dan aku harus berjalan...terus berjalan
Menuju subuh yang tak bosan kucari
Sebenarnya tak perlu kulewati panjangnya malam
Kalau dari awal kau tunjukkan putihnya bulan
Penerang dilangit gelap ...
...Aku butuh itu..!
Tapi yang terjadi...
Kau tetap ajak aku mendaki malam
Yang sulit kucapai
...sampai kapan-pun..!
Walau bercucuran dinginnya peluhku
Sebenarnya...tak perlu kau katakan cinta
Yang deras meluncur dari bibir mungilmu
Diruang senja saat kita hanya berdua
...Karena sempat membuatku terpana...!
Kalau kenyataannya...
Hanya untuk terkubur lagi
Dipusara cerita...
Sungguh....
Aku tak berharap kau berkata jujur
Tapi...
Aku tak ingin jadi saksi kebohonganmu
.....
Bicaralah sayang...
Sebelum fajar mengakhiri malam-mu...
Banjar Baru - Kalsel, 01 Desember 2011
Yang sulit sampai ke ujung pagi
Coretan-coretan lusuh diburamnya kelam
Tak pernah membuatku berhenti
Menulis ribuan puisi untukmu
Dan aku harus berjalan...terus berjalan
Menuju subuh yang tak bosan kucari
Sebenarnya tak perlu kulewati panjangnya malam
Kalau dari awal kau tunjukkan putihnya bulan
Penerang dilangit gelap ...
...Aku butuh itu..!
Tapi yang terjadi...
Kau tetap ajak aku mendaki malam
Yang sulit kucapai
...sampai kapan-pun..!
Walau bercucuran dinginnya peluhku
Sebenarnya...tak perlu kau katakan cinta
Yang deras meluncur dari bibir mungilmu
Diruang senja saat kita hanya berdua
...Karena sempat membuatku terpana...!
Kalau kenyataannya...
Hanya untuk terkubur lagi
Dipusara cerita...
Sungguh....
Aku tak berharap kau berkata jujur
Tapi...
Aku tak ingin jadi saksi kebohonganmu
.....
Bicaralah sayang...
Sebelum fajar mengakhiri malam-mu...
Banjar Baru - Kalsel, 01 Desember 2011
Rabu, 30 November 2011
TENTANG AKU dan CINTAKU
Seperti angin yang lembut
Berhembus menembus seisi bumi
Dari awal penciptaan
Takkan pernah berhenti
Beri nafas kehidupan sampai detik terakhir
Sekekal itulah rasa cinta
Yang pernah kusampaikan padamu
Dulu...
Lihatlah ke tepi pantai itu
Ada cadas keras terbungkah tegak
Sedikitpun tak bergerak
Dihantam gelombang...
Disapu badai...
Dibekuk bekunya malam...
Dibakar panasnya matahari....
Bersarung lumut...menahan waktu
Setegar itulah...cintaku padamu...
Betapa bening air dari hulu
Lewati bebukitan...pematang...lembah...
Atas nama aliran...
Tak berhenti susuri sungai yang kadang dalam
Kadang dangkal....
Kadang melebar....
Kadang menyempit...
Kadang lurus....
Kadang berbelok....
Bahkan kadang terhambat bebatuan...
Tetap mengalir sampai ke hilir
Seperti itulah...aku memaknai keteguhanku
Dalam mengikuti setiap perubahanmu....
Cinta adalah jiwa...
Semerah darah yang mengaliri raga
Dan seputih doa dalam setiap keyakinanku
Sederhana saja...
Tapin - Kalsel, 28 Nopember 2011
Berhembus menembus seisi bumi
Dari awal penciptaan
Takkan pernah berhenti
Beri nafas kehidupan sampai detik terakhir
Sekekal itulah rasa cinta
Yang pernah kusampaikan padamu
Dulu...
Lihatlah ke tepi pantai itu
Ada cadas keras terbungkah tegak
Sedikitpun tak bergerak
Dihantam gelombang...
Disapu badai...
Dibekuk bekunya malam...
Dibakar panasnya matahari....
Bersarung lumut...menahan waktu
Setegar itulah...cintaku padamu...
Betapa bening air dari hulu
Lewati bebukitan...pematang...lembah...
Atas nama aliran...
Tak berhenti susuri sungai yang kadang dalam
Kadang dangkal....
Kadang melebar....
Kadang menyempit...
Kadang lurus....
Kadang berbelok....
Bahkan kadang terhambat bebatuan...
Tetap mengalir sampai ke hilir
Seperti itulah...aku memaknai keteguhanku
Dalam mengikuti setiap perubahanmu....
Cinta adalah jiwa...
Semerah darah yang mengaliri raga
Dan seputih doa dalam setiap keyakinanku
Sederhana saja...
Tapin - Kalsel, 28 Nopember 2011
BAGAIMANA MUNGKIN
Bagaimana mungkin aku merindukanmu?
Jejakmu...kau hapus selalu
Bagaimana mungkin kau tahu aku?
Karena hanya sorot mata....mentarimu dimalam itu..
Tapin - Kalsel, 28 Nopember 2011
Jejakmu...kau hapus selalu
Bagaimana mungkin kau tahu aku?
Karena hanya sorot mata....mentarimu dimalam itu..
Tapin - Kalsel, 28 Nopember 2011
Minggu, 27 November 2011
HAKIKAT DIRI
Jangan cari kejujuran...
Karena dia tidak dimana-mana
Hanya ada dihati
Bukan dibibir yang sering berbohong...
Atau pandang mata yang sulit dimengerti
Jangan merasa berat mau melangkah
Sebenarnya didepan itu langit lepas
Tidak ada karang pembatas
Pikiran ...kadang berselimut ragu
Karena kita memang belum tahu
Bekali saja langkah dengan do’a
Pasti jiwa dan raga sampai kesana
...Tujuan setiap manusia...!
Kini bukalah mata...telinga...dan hati
Lihat lembar perjalanan kemarin
Kita akan sadar...
Dimana diri saat ini berada
Sebenarnya kau dan aku adalah hamba
Yang hanya menjalani...
Harus selalu memperbaiki diri
Dengan taburan do'a di sanubari
Bismillah...
Bogor, 27 Nopember 2011
Karena dia tidak dimana-mana
Hanya ada dihati
Bukan dibibir yang sering berbohong...
Atau pandang mata yang sulit dimengerti
Jangan merasa berat mau melangkah
Sebenarnya didepan itu langit lepas
Tidak ada karang pembatas
Pikiran ...kadang berselimut ragu
Karena kita memang belum tahu
Bekali saja langkah dengan do’a
Pasti jiwa dan raga sampai kesana
...Tujuan setiap manusia...!
Kini bukalah mata...telinga...dan hati
Lihat lembar perjalanan kemarin
Kita akan sadar...
Dimana diri saat ini berada
Sebenarnya kau dan aku adalah hamba
Yang hanya menjalani...
Harus selalu memperbaiki diri
Dengan taburan do'a di sanubari
Bismillah...
Bogor, 27 Nopember 2011
Jumat, 25 November 2011
CATATAN KITA
Bidadariku...
Umur memang membuatku rapuh
Semangat luruh...mimpipun terjatuh
Aku demikian lemahnya saat itu
Hanya menunggu ...menunggu kabar
Tak ada lagi...
Sepi...
Bekas nafasmu-pun ikut mengering
Tapi sejauh-jauhnya dirimu pergi
Hanya kau yang kunanti
Dan kusembunyikan dalam setiap puisi
Bidadariku...
Kau sebenarnya tahu arti kenyataan
Tapi...
Selalu kau bilang itu hanya kesalahan
Entah...bagaimana aku harus menyakinkanmu?
Catatan tentang kita-pun
Begitu tergesa kau tuliskan dihari terakhir kuterima kabarmu
Hanya kumpulan coretan-coretan kecil
Yang tak pernah tuntas menjadi satu cerita
Kujaga sampai saat ini
Agar jangan hancur jadi abu kenangan
Bidadariku...
Akulah ladang sunyi
Harapkan tetesan kejujuranmu sebelum kau pergi
Teguhkan keyakinan ..walau sulit dimengerti
Aku terdiam sendiri disini
Baru saja mencoba bangkit
Ternyata harus terhempas lagi
Ya Rabb....
Rengkuh tubuhku agar mampu berdiri
.............
Susahnya hidup ditengah mimpi yang tak tahu diri
Jakarta, 25 Nopember 2011
Umur memang membuatku rapuh
Semangat luruh...mimpipun terjatuh
Aku demikian lemahnya saat itu
Hanya menunggu ...menunggu kabar
Tak ada lagi...
Sepi...
Bekas nafasmu-pun ikut mengering
Tapi sejauh-jauhnya dirimu pergi
Hanya kau yang kunanti
Dan kusembunyikan dalam setiap puisi
Bidadariku...
Kau sebenarnya tahu arti kenyataan
Tapi...
Selalu kau bilang itu hanya kesalahan
Entah...bagaimana aku harus menyakinkanmu?
Catatan tentang kita-pun
Begitu tergesa kau tuliskan dihari terakhir kuterima kabarmu
Hanya kumpulan coretan-coretan kecil
Yang tak pernah tuntas menjadi satu cerita
Kujaga sampai saat ini
Agar jangan hancur jadi abu kenangan
Bidadariku...
Akulah ladang sunyi
Harapkan tetesan kejujuranmu sebelum kau pergi
Teguhkan keyakinan ..walau sulit dimengerti
Aku terdiam sendiri disini
Baru saja mencoba bangkit
Ternyata harus terhempas lagi
Ya Rabb....
Rengkuh tubuhku agar mampu berdiri
.............
Susahnya hidup ditengah mimpi yang tak tahu diri
Jakarta, 25 Nopember 2011
Langganan:
Postingan (Atom)