Seperti angin yang lembut
Berhembus menembus seisi bumi
Dari awal penciptaan
Takkan pernah berhenti
Beri nafas kehidupan sampai detik terakhir
Sekekal itulah rasa cinta
Yang pernah kusampaikan padamu
Dulu...
Lihatlah ke tepi pantai itu
Ada cadas keras terbungkah tegak
Sedikitpun tak bergerak
Dihantam gelombang...
Disapu badai...
Dibekuk bekunya malam...
Dibakar panasnya matahari....
Bersarung lumut...menahan waktu
Setegar itulah...cintaku padamu...
Betapa bening air dari hulu
Lewati bebukitan...pematang...lembah...
Atas nama aliran...
Tak berhenti susuri sungai yang kadang dalam
Kadang dangkal....
Kadang melebar....
Kadang menyempit...
Kadang lurus....
Kadang berbelok....
Bahkan kadang terhambat bebatuan...
Tetap mengalir sampai ke hilir
Seperti itulah...aku memaknai keteguhanku
Dalam mengikuti setiap perubahanmu....
Cinta adalah jiwa...
Semerah darah yang mengaliri raga
Dan seputih doa dalam setiap keyakinanku
Sederhana saja...
Tapin - Kalsel, 28 Nopember 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar