Bidadariku...
Umur memang membuatku rapuh
Semangat luruh...mimpipun terjatuh
Aku demikian lemahnya saat itu
Hanya menunggu ...menunggu kabar
Tak ada lagi...
Sepi...
Bekas nafasmu-pun ikut mengering
Tapi sejauh-jauhnya dirimu pergi
Hanya kau yang kunanti
Dan kusembunyikan dalam setiap puisi
Bidadariku...
Kau sebenarnya tahu arti kenyataan
Tapi...
Selalu kau bilang itu hanya kesalahan
Entah...bagaimana aku harus menyakinkanmu?
Catatan tentang kita-pun
Begitu tergesa kau tuliskan dihari terakhir kuterima kabarmu
Hanya kumpulan coretan-coretan kecil
Yang tak pernah tuntas menjadi satu cerita
Kujaga sampai saat ini
Agar jangan hancur jadi abu kenangan
Bidadariku...
Akulah ladang sunyi
Harapkan tetesan kejujuranmu sebelum kau pergi
Teguhkan keyakinan ..walau sulit dimengerti
Aku terdiam sendiri disini
Baru saja mencoba bangkit
Ternyata harus terhempas lagi
Ya Rabb....
Rengkuh tubuhku agar mampu berdiri
.............
Susahnya hidup ditengah mimpi yang tak tahu diri
Jakarta, 25 Nopember 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar