Tahukah kau…?
Demi melampiaskan rindu
Selalu kusebut namamu seusai sujud malam
Saat itu sangat sepi...
Benar-benar terasa sendiri dikegelapan bumi
Tapi bayanganmu tetap benderang menakjubkan..!
Bumi ribuan kali berganti wajah
....melewati fajar, malam menjadi siang
....siang dibekap senja berjumpa malam
Rembulan tak lelah berubah dari purnama ...ke sabit
Musim penghujanpun juga telah berubah kemarau disini
Bahkan waktu, pelan-pelan mengantar usia menjadi lebih tua
...semua berganti...dan akan selalu berganti
Tapi harapanku masih utuh seperti dulu
Menunggumu tanpa henti....!
Seperti yang pernah tersampaikan saat itu...
Kasih...
Betapa lemahnya kita ...
Dibalik ujian yang harus terlalui
Ternyata tak sigap menahan kenyataan
Agar tak secepat itu berubah menjadi kenangan
....seperti yang kini terjadi...
Aku sungguh berharap...
Semoga masih mampu kau eja namaku seperti dulu
Dan semoga aku tidak tersesat diakhir waktu
Karena puisi ini akan selalu menunjukkan jalan ke muara hatimu
Kasih...
Disaat kau semakin jauh
Sendiri disini aku tetap membayangkanmu
Entah ....kenapa lamunanku itu sulit kubasuh?
Mungkin....
Karena kaulah satu-satunya nadi dalam aliran darahku...!
Oh Cinta ....
Masih pantaskah aku menunggu seperti ini?
Jakarta, 19 Oktober 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar