Jumat, 21 Oktober 2011

SENDIRI LAGI


Kuingat sorot mata lembutmu
Disini...
Dalam kenangan semu
Bekas senyummu kutulis...
Dengan darah yang tak merah lagi
Lalu kupaksakan tetap ada diperjalanan ini
Seperti awan kehilangan langit
...dan sungai yang kehilangan air
Semua jadi tanpa arti...
Haruskah kita biarkan seperti itu?
...
Aku...
Mencoba tetap menari...
Ikuti sisa-sisa nada yang kau tinggalkan disini
Walau itu kenyataannya...sendiri lagi...



Jakarta, 21 Oktober 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar