Biarlah aku tak berhenti memandang langit biru
Yang aku sendiri tak tahu apa memang harus seperti itu
Setiap waktu kuhitung cahaya melintas
Agar kuyakin masih ada bintang tertidur digelapmu
Biarlah aku tak berhenti mengeja abjadmu
Yang tersusun rapi seusai dzikirku
Dari jemari yang selalu bergerak
Rasa yang kian berdetak
Dan kesabaran yang tak pernah beriak
Ditengah gelap malam itu
Aku harap masih ada matahari
Yang muncul walau hanya sedetik
Mungkin saat ini..nanti..ataupun kapan ..
...aku tak tahu pasti
Dan aku yakin itu sama sekali bukan mimpi
Apalagi sekedar ilusi
Tapi sesungguhnya itulah ujian diri
Dari Sang Pencipta Bumi
Jika kedamaian itu seluas angkasa
Dan keteguhan hati lebih dari tegaknya karang
Aku tetap hanyalah seperseribu dari debu
Yang mencoba menjadi bagian dari sebuah perjalanan
...tanpa batas
Untuk menuju ujung suatu harapan
Ketika langit dihunjam malam
Kutahu banyak pagi menjadi tak mudah terdaki
Tapi sebelum terlanjur berserah diri
Ada baiknya aku berdoa..berdoa dan selalu berdoa
Agar mampu merengkuh RidhoMu Ya Rabb
Menjelang batas usia yang semakin menanti
Jakarta, 31 Desember 2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar