Aku tak tahu...
Apa yang seharusnya dilakukan
Disaat sujud sedemikian dalam terhunjam
Pasrah hati kosongkan diri
Tapi jiwa masih juga belum mampu bersih
Kadang berliput dendam…dengki duniawi
Kebohongan..menganggap diri paling sempurna...
Selalu begitu…
Kata apa lagi...
Yang lebih pantas diucapkan saat ini
ketika bibir ramai berdzikir
ketika telapak tangan tengadahkan do’a
Tapi kenapa hati tetap bertabir?
Membuat diri sulit menjangkau hadirMu
Allahu Akbar.... Allahu Akbar...!
Ribuan kali lidah tak berhenti
Merangkai deretan nama besar-Mu
Dalam sepi…dalam rindu…
Resapi pelan-pelan disini...
Dihati...
.....
Tapi tak mungkin dipungkiri...
Ada yang lain sering menggoda
Untuk mencoba menduakan...
bahkan mungkin melupakanMu
Walau semua tahu pasti...
Diri-Mu Sang Khalik...
Tak mungkin dipersamakan dengan makhluk
Mulut sering berucap syahdu
...Mengucap nama besar-Mu
...Menebar kata-kata indah terhias firman-Mu
Mata juga menatap lembut
...Mengagumi seluruh ciptaan-Mu
Tapi kenapa hati kadang masih bicara bengis?
Membuat makna Dzikir bisa terkikis
Aku pasrah dihadapanMu...Ya Rabb
Allahu Akbar... Allahu Akbar...!
Aku takut Ya Rabb...
Satu waktu nanti aku menghadapMu
Saat itu bibir rapat terkunci
Tapi mata...tangan...telinga...
Dan seluruh anggota tubuh bercerita jujur
Tentang perjalananku dibumi-Mu
Yang mungkin banyak terisi kebohongan..kemunafikan
Atau kesia-siaan selama itu
........
Beri petunjuk-Mu Ya Rabb...
Agar dapat benderang seluruh jalan hidup
Dan mengantarku hanya menuju-Mu...
......
Menuju jalan keabadian...
Allahu Akbar... Allahu Akbar...!
Jakarta, 16 Juni 2011
Apa yang seharusnya dilakukan
Disaat sujud sedemikian dalam terhunjam
Pasrah hati kosongkan diri
Tapi jiwa masih juga belum mampu bersih
Kadang berliput dendam…dengki duniawi
Kebohongan..menganggap diri paling sempurna...
Selalu begitu…
Kata apa lagi...
Yang lebih pantas diucapkan saat ini
ketika bibir ramai berdzikir
ketika telapak tangan tengadahkan do’a
Tapi kenapa hati tetap bertabir?
Membuat diri sulit menjangkau hadirMu
Allahu Akbar.... Allahu Akbar...!
Ribuan kali lidah tak berhenti
Merangkai deretan nama besar-Mu
Dalam sepi…dalam rindu…
Resapi pelan-pelan disini...
Dihati...
.....
Tapi tak mungkin dipungkiri...
Ada yang lain sering menggoda
Untuk mencoba menduakan...
bahkan mungkin melupakanMu
Walau semua tahu pasti...
Diri-Mu Sang Khalik...
Tak mungkin dipersamakan dengan makhluk
Mulut sering berucap syahdu
...Mengucap nama besar-Mu
...Menebar kata-kata indah terhias firman-Mu
Mata juga menatap lembut
...Mengagumi seluruh ciptaan-Mu
Tapi kenapa hati kadang masih bicara bengis?
Membuat makna Dzikir bisa terkikis
Aku pasrah dihadapanMu...Ya Rabb
Allahu Akbar... Allahu Akbar...!
Aku takut Ya Rabb...
Satu waktu nanti aku menghadapMu
Saat itu bibir rapat terkunci
Tapi mata...tangan...telinga...
Dan seluruh anggota tubuh bercerita jujur
Tentang perjalananku dibumi-Mu
Yang mungkin banyak terisi kebohongan..kemunafikan
Atau kesia-siaan selama itu
........
Beri petunjuk-Mu Ya Rabb...
Agar dapat benderang seluruh jalan hidup
Dan mengantarku hanya menuju-Mu...
......
Menuju jalan keabadian...
Allahu Akbar... Allahu Akbar...!
Jakarta, 16 Juni 2011
Nice
BalasHapus